Menu

Ingin Mendaki Bukit Dengan Panorama Alam Yang Unik? Bukit Jaddih Madura Tempatnya

Madura yang selama ini dikenal dengan budaya karapan sapinya ternyata menyimpan sebuah potensi wisata lain yang sangat menakjubkan, Bukit Jaddih. Obyek wisata alam yang terletak di Desa Jaddih Kabupaten Bangkalan tersebut beberapa waktu belakangan ini sering menjadi tujuan utama para traveler yang ingin melakukan penjelajahan di alam terbuka.

Bukit ini sebenarnya merupakan area penambangan batu kapur dan hingga saat ini aktivitas tersebut terus berlangsung. Namun karena panorama alamnya yang begitu mempesona, ditambah dengan kegiatan penambangan yang memunculkan pola-pola unik di lokasi tersebut, jadilah Bukit Jaddih sebagai destinasi wisata yang sangat menarik untuk dinikmati keindahannya.

Penampakan Bukit Jaddih dari depan. Foto : dok. pribadi

Meski tergolong sebagai obyek wisata baru, Bukit Jaddih sangat mudah diakses dengan kendaraan pribadi. Dari Jembatan Suramadu, jarak yang harus ditempuh tidak lebih dari 28 kilometer saja. Begitu masuk lokasi dan membayar restribusi masuk, pandangan mata langsung tertuju pada bukit kapur raksasa dengan warna dominan putih kehitaman dengan semburat kekuningan dan sedikit menghijau di bagian puncaknya.

Sebelum naik masuk ke lokasi, traveler bisa berselfie atau berswafoto lebih dulu dengan latar belakang panorama perbukitan kapur dengan pesonanya yang begitu cantik. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan begitu saja, terutama bagi mereka yang ingin mengabadikan kenangan terindahnya saat melakukan perjalanan ke Pulau Madura.

Menikmati panorama Bukit Jaddih yang begitu mempesona. Foto : dok. pribadi

Di beberapa bagian atasnya terdapat lubang-lubang kecil mirip goa namun berbentuk kotak. Meski tampak sederhana, namun keberadaan lubang-lubang ini mampu menjadikan Bukit Jaddih terlihat makin cantik dan eksotis. Apalagi ada lubang yang sebagian masih tertutup kapur, bagaikan dinding dengan garis-garis tegas yang sangat khas.

Lubang-lubang di Bukit Jaddih. Foto : dok. pribadi

 

Baca juga:  Malam Mingguan di Imah Gede Abah Usep Suyatma

Setelah berjalan dan naik beberapa puluh meter dari loket masuk, wisatawan langsung diajak menikmati sajian utama yang sangat memikat. Di hadapan mata akan terpampang danau kecil dengan airnya yang begitu jernih berwarna hijau kebiruan.

Pengalaman lain yang tidak kalah mengasyikan bisa pula ditemui di danau bernama Goa Pete ini. Sambil menikmati kejernihan airnya, wisatawan dapat mengelilingi danau menggunakan perahu getek dari bambu. Apalagi jika datang beramai-ramai bersama keluarga atau teman, pasti membuat suasana jadi terasa makin menyenangkan.

Asyiknya berperahu getek bersama keluarga di atas Bukit Jaddih. Foto : dok.pribadi

Kegiatan berikutnya yang bisa dilakukan di obyek wisata ini adalah naik ke atas bukit. Meski berada di ketinggian namun traveler tidak perlu merasa khawatir. Jalan menuju puncak Bukit Jaddih tidak begitu terjal dan tergolong sangat mudah untuk didaki. Bahkan bagi yang merasa lelah jalan kaki dapat menggunakan motor atau mobil melalui jalur yang terletak di sisi kiri bukit.

Jalur menuju puncak Bukit Jaddih. Foto : dok. pribadi

Setelah sampai di puncak, mata traveler akan dimanjakan dengan suguhan alam yang sangat luar biasa tiada banding. Sejauh mata memandang terpampang panorama Bukit Jaddih secara menyeluruh. Suasana akan terasa makin syahdu dan membuat hati jadi betah untuk berlama-lama di tempat tersebut.

Panorama Bukit Jaddih dilihat dari puncak. Foto : Youtube

Bagi traveler yang ingin ke mengunjungi Bukit Jaddih, sebaiknya datang pada pagi atau sore hari karena saat siang suasananya terasa sangat panas dan menyengat. Selain itu banyak debu yang berterbangan karena adanya kegiatan penambangan. Tapi jika hanya punya waktu siang hari saja, sebaiknya menggunakan sunblock dan topi atau kacamata hitam agar tidak terlalu silau.

Selalu berpikir positif dalam segala hal.

Komentar kamu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Destinasi, Indonesia
Tetirah di Eagle Hill Outbond Camp, Didekap Kabut, Ditemani Gerimis

Hari Jumat, 28 Oktober 2016, bertetapan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda, saya 'kabur' dari Jakarta. Saya kabur lengkap bersama anak...

Close