Wisata di Masa Pandemi?, Bawa Perlengkapan Ini

Salah satu jenis kegiatan yang disarankan tidak dilakukan pada masa pandemi corona adalah kegiatan wisata atau liburan. Bagi sebagian orang, mungkin hal ini bukan merupakan masalah besar. Tetapi jika terus berdiam diri di rumah saja, tentu dapat menimbulkan rasa bosan bahkan tekanan jiwa atau stres.

Apalagi untuk mereka yang punya hobi berpetulang, suasana hati pasti akan semakin tersiksa. Karena itu tidak mengherankan banyak yang menyarankan agar aktivitas ini tidak dilarang sepenuhnya.

Hanya saja sebelum berangkat berlibur, jangan lupa membawa beberapa perlengkapan penting agar resiko penularan covid-19 bisa dihindari. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Masker

Masker
Masker. Foto : pexels.com

Menurut ahli kesehatan, alat perlindungan paling utama untuk menghindari penularan covid-19 adalah masker. Agar fungsinya dapat berjalan lebih maksimal, jangan hanya membawa satu atau dua masker saja saat mengadakan acara liburan ke luar daerah.

Wisatawan perlu memahami, setelah memakai masker selama 4 jam harus mengganti dengan yang baru. Karena itu siapkan masker cadangan dalam jumlah lebih banyak apabila jarak tempuh destinasinya tergolong jauh. Apalagi jika dibarengi dengan acara menginap.

2. Hand sanitizer

Hand sanitizer. Foto : freepik.com

Virus corona mampu bertahan hidup selama beberapa jam pada permukaan benda. Ketika benda tersebut tersentuh tangan, akan muncul kemungkinan terjadi penularan. Untuk mencegahnya, cuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah menyentuh benda atau berada di suatu daerah dan ruang.

Jika tidak menemukan fasilitas untuk cuci tangan, maka sebagai penggantinya adalah hand sanitizer. Perhatikan, jangan menyentuh wajah terutama area hidung, mulut dan mata sebelum yakin benar bahwa tangan sudah bersih. Bersalaman dengan orang lain sebaiknya juga dihindari apalagi berciuman.

Baca juga:  Ssst ... ! Ini Lho Surga Wisata Sepeda dan Pantai di Nusa Tenggara Barat

3. Cairan disinfektan

cairan disinfektan. Foto : pixabay.com

Perlengkapan berikutnya yang tidak boleh terlupakan untuk dibawa saat mengadakan kegiatan wisata adalah disinfektan. Cairan ini memiliki fungsi untuk membersihkan berbagai macam benda sehingga tetap aman saat terpegang atau tersentuh oleh tangan.

Misalnya saat menginap di hotel atau berada di ruang publik, pasti sering menyentuh gagang pintu, jendela, tombol lift dan sebagainya. Karena banyak yang menyentuh benda-benda tersebut, pasti ada kemungkinan terkena kontiminasi bakteri atau virus.

Biasanya pengelola hotel dan ruang publik selalu membersihkan benda-benda tersebut dengan cairan disinfektan. Apalagi pada masa pandemi, kegiatan ini semakin sering dilakukan. Tetapi jika ingin lebih aman lagi, tidak ada salahnya membersihkan sendiri sebelum menyentuh suatu benda.

4. Peralatan mandi, makan dan ibadah

Peralatan mandi. Foto : pixabay.com

Wisatawan juga dapat meminimalkan potensi penularan covid-19 dengan cara memakai barang secara sendiri-sendiri, tidak bergantian dengan orang lain. Misalnya untuk peralatan mandi khususnya handuk, pada umumnya setiap hotel selalu menyediakan keperluan ini.

Tetapi di masa pandemi, alangkah baiknya jika setiap wisatawan menyiapkan handuk sendiri. Termasuk juga peralatan makan dan ibadah. Apabila menggunakan peralatan milik sendiri, kebersihan dan keamanannya pasti lebih terjamin.

5. Bolpoin

Bolpoin. Foto : pxhere.com

Wisatawan juga perlu membawa bolpoin ketika ingin menginap di hotel. Alat tulis ini berguna untuk membubuhkan tanda tangan saat mau cek in. Apabila mengggunakan bolpoin yang tersedia di meja resepsionis, pasti banyak tamu yang memakainya. Sehingga resiko penularan covid-19 makin bertambah tinggi dan wisatawan harus menghindari hal ini.

6. Power bank

Power bank. Foto : pexels.com

Power bank sangat berguna untuk mengisi daya baterai hand phone, terutama ketika berada di daerah atau tempat yang tidak mempunyai fasilitas pengisian daya. Jangan pinjam power bank milik orang lain karena tidak ada jaminan aman dari kontiminasi virus corona. Jadi lebih baik menyediakan sendiri kebutuhan ini.

Baca juga:  Menikmati Keindahan Destinasi Wisata Alternatif Lombok di Taman Narmada

7. Kartu debit, kartu kredit atau e-money

Kartu kredit/e-money. Foto : pixabay.com

Kegiatan wisata tidak pernah jauh dari kegiatan lain yaitu belanja. Misalnya belanja oleh-oleh atau cinderamata dan sebagainya. Ketika melakukan pembayaran di meja kasir, hindari penggunaan uang tunai dan pakai kartu debit, kartu kredit atau e-money. Tujuannya untuk menghindari kontak fisik khususnya tangan dengan penjaga kasir.

Pembayaran secara non tunai tidak hanya aman dari kasus penipuan, tetapi juga aman untuk mencegah serangan virus corona dan penyakit menular lainnya. Apalagi untuk e-money, pasti jauh lebih aman karena tidak lagi menggunakan kartu fisik.

Sedangkan kartu kredit atau kartu debit, sudah ada yang memiliki kelengkapan teknologi modern. Sehingga ketika wisatawan memakai untuk membayar barang belanjaan, tidak perlu menggesekan lagi pada mesin melainkan melalui sistem sinyal atau semacam bluetooth.

Selanjutnya sebagai tips tambahan, hindari obyek wisata yang jumlah pengunjungnya terlalu banyak untuk menghindari kerumunan. Apabila tetap ingin datang ke destinasi tersebut, terapkan protokol kesehatan seketat mungkin. Jika perlu, datang lebih awal dan segera pergi ke tempat wisata lain yang lebih sepi apabila suasana mulai ramai.

Reply