Menu

Durian Hasil Anyaman : Kerajinan Tangan Unik Daerah Sumenep, Madura

Siapa yang tidak kenal dengan durian? Buah yang dikenal melalui aromanya yang menyengat dan bentuknya yang penuh dengan duri-duri, semua orang pasti mengenal buah ini. Namun apakah buah ini bisa dibuat dengan tangan? Mungkin terlalu sulit untuk merealisasikannya. Lantas apa maksud “..Durian Hasil Anyaman…”? Daripada bertanya-tanya, mari kita cari tahu jawabannya.

Berawal Dari Sebuah Anyaman

Anyaman daun lontar untuk membuat keranjang durian. Foto : Dok. Pribadi

Anyaman adalah salah satu teknik yang digunakan dalam produksi karya seni. Mayoritas hasil produksi dari teknik ini berupa tembikar, tas jinjing, dan lain-lain yang pada umumnya merupakan bentuk-bentuk tumpang-tindih sederhana. Jika kita mendengar kata anyaman, pasti dalam pikiran kita muncul benda dengan bentuk tumpang-tindih.

Namun jika kita melihat salah satu bentuk kerajinan yang lahir di sudut kecil kota salah satu pulau di Indonesia yaitu Madura tepatnya di Sumenep, maka kita akan melihat bentuk anyaman yang berbeda, dengan bentuknya yang unik.

Keranjang Durian

Keranjang durian yang terbuat dari daun lontar. Foto : Dok. Pribadi

Keranjang durian adalah sebutan untuk keranjang yang bentuknya menyerupai bentuk buah durian. Ini adalah salah satu bentuk hasil kerajinan berbahan dasar daun lontar yang berasal dari kota Sumenep tepatnya di daerah Batang-Batang. Teknik yang digunakan untuk membuatnya sangat unik, berbeda dengan teknik anyaman pada umumnya.

Kegunaan Keranjang Durian

Awalnya keranjang durian ini banyak digunakan oleh masyarakat Sumenep khususnya Batang-batang untuk keperluan hajatan. Fungsinya sebagai wadah jajanan/nasi yang biasa diberikan dalam acara-acara desa/keagamaan. Namun seiring dengan populernya keranjang ini di mata orang-orang diuar Sumenep, maka permintaan dan peminat keranjang durian semakin meningkat.  Karena bentuknya yang unik tidak sedikit pula yang menggunakannya sebagai hiasan ruangan.

Baca juga:  Nikmatnya Campur Lorjhuk : Kuliner Khas Kabupaten Pamekasan, Madura

Daun Lontar Bahan Utamanya

Daun lontar. Foto : Dok. Pribadi

Dalam satu hari seorang pengrajin bisa menghasilkan minimal 4 keranjang. Mengingat bahan baku (daun lontar) yang banyak tersedia di daerah Sumenep begitu melimpah, maka keranjang durian menjadi benda komersial bagi sebagian masyarakat Kota Sumenep.

Faktor cuaca juga memengaruhi proses pembuatan keranjang ini, karena daun lontar harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum akhirnya dibuat keranjang. Dalam penjemurannya daun lontar terlebih dahulu diberi pewarna sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini dilakukan untuk lebih menambah kesan keindahan pada keranjang  durian itu sendiri.

Secara struktur keranjang durian ini terdiri dari tiga bagian yaitu : bagian dasar keranjang, bagian tengah dan bagian tutup keranjang. Masing-masing bagian tersebut memiliki model yang berbeda-beda sehingga bentuk keranjang durian tidak terlihat kaku.

Untuk membuat bentuk dasar keranjang ini menyerupai durian, digunakan bantuan tulang daun lontar yang sudah dipisahkan. Sedangkan daun lontarnya sendiri digunakan untuk membentuk duri-duri ada keranjang.

Pemasaran Keranjang Durian

Keranjang durian dipasarkan tidak hanya di daerah Sumenep, namun sudah meluas sampai ke Surabaya bahkan ke Bali. Pemesan bisa meminta ukuran keranjang yang diinginkan.  Jadi mulai dari ukuran kecil sampai ukuran yang sangat besar bisa diproduksi.

Kalian bisa belajar lebih jauh mengenai cara membuat keranjang durian dengan mengunjungi sentra kerajinan keranjang durian di daerah Batang-batang, Sumenep. Disana kalian akan diajak membuat sendiri keranjang durian. Kalian juga bisa membeli keranjang durian yang sudah jadi.

 

Semua hal butuh keunikannya sendiri

Komentar kamu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel, Pernik
Warkop ‘Burjo’ Van Kuningan

Ngopi pagi hari, bagi saya adalah kegiatan kuliner yang wajib ditunaikan. Ini ritus mengawal hari. Semacam ritual kuliner yang tak...

Close