Taman Jayawijaya Surakarta, Taman Kota Terbaik Untuk Rekreasi Keluarga

Taman kota merupakan ruang terbuka hijau dan memiliki sifat multifungsi. Terutama terkait dengan aspek ekologi, estetika hingga sosial budaya. Bahkan tidak sedikit ada taman kota yang jadi obyek wisata karena mempunyai nilai keistimewaan tersendiri yang berbeda dengan destinasi lainnya.

Di Indonesia sendiri, sangat mudah untuk menemui destinasi semacam ini pada setiap daerah. Demikian pula ketika mengadakan acara liburan ke Solo atau Surakarta. Kota ini menyimpan beberapa obyek wisata berbentuk taman kota. Satu diantaranya adalah Taman Jayawijaya di di Jl. Jaya Wijaya 75, Kalurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta.

Monumen Peringatan Hak Anak

Taman Wijaya Surakarta
Monumen Konvensi Hak Anak. Foto : koleksi pribadi

Taman Jayawijaya merupakan ruang terbuka hijau yang pembangunannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta. Sedangkan peresmiannya dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2017. Sejak saat itu tempat rekreasi ini terbuka untuk masyarakat umum termasuk wisatawan luar daerah.

Sebagai sebuah taman kota yang juga punya peran menjadi hutan dan paru-paru kota, Taman Jayawijaya penuh dengan aneka pepohonan dan tanaman hias. Meski berada tidak jauh dari pemukiman padat penduduk dan dekat dengan keramaian lalu lintas, suasana sejuk, adem dan segar tetap tercipta di tempat ini.

Kehadiran tanaman hijau tersebut tidak hanya mampu menghadirkan kesan indah dan asri saja. Bagi wisatawan yang suka mengadakan sesi foto bersama dan selfi, banyak sekali spot foto yang sifatnya sangat instagramable.

Satu hal yang membuat taman ini terasa makin asyik untuk berfoto ria adalah adanya sebuah monumen yang berada tepat di tengah taman. Karena memiliki ukuran yang lumayan tinggi dan besar, monumen ini menjadi view of point dan obyek pandangan utama bagi para pengunjung.

Baca juga:  Taman Cantik Di Pusat Kota Purwakarta

Meski demikian monumen tersebut bukan sekedar hiasan belaka, namun merupakan simbol Konvensi Hak Anak. Pada 20 November 2019, Taman Jayawijaya jadi tempat penyelenggaraan peringatan 30 tahun Konvensi Hak Anak sedunia. Ketika itu ada perwakilan dari UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) yang ikut hadir dalam pagelaran ini.

Cocok untuk Wisata Keluarga

Taman Jayawijaya Surakarta
Wahana permainan. Foto : koleksi pribadi

Selain berada di lahan yang lumayan luas, taman Jayawijaya memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Terutama permainan anak yang membuat destinasi ini cocok menjadi tujuan utama rekreasi keluarga. Jadi sangat wajar apabila setiap hari selalu ramai oleh kunjungan wisatawan khususnya saat musim libur.

Taman yang beroperasi tiap hari dari jam 06:00 pagi hingga 21:00 malam ini terbagi menjadi empat area dan masing-masing punya 2 jenis permainan. Sehingga totalnya ada 8 macam permainan. Kemudian untuk menghindari adanya antrian panjang atau rebutan antar pengunjung, setiap set permainan tersebut terbagi lagi jadi 4 mainan.

Taman Jayawijaya Surakarta
Ayunan anak. Foto : koleksi pribadi

Satu hal yang perlu mendapat perhatian dari segenap wisatawan, semua permainan ini memang dibuat secara khusus untuk anak-anak dan praremaja. Jadi bagi yang sudah berusia dewasa, terdapat larangan untuk menggunakannya. Ketika ada pelanggaran, petugas akan langsung mendatangi dan memberi peringatan.

Adanya aturan tersebut tidak perlu menimbulkan rasa kesal di hati. Taman kota ini tetap menyediakan fasilitas lain untuk bersantai. Puluhan kursi yang tersebar di setiap area sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin istirahat menikmati keindahan taman atau ngobrol bersama teman.

Taman Jayawijaya Surakarta
Joging track dan jalan setapak. Foto : koleksi pribadi

Bukan itu saja, apabila ada yang tertarik melakukan aktivitas lain misalnya olahraga, ada joging track di sekeliling taman. Bahkan jika ingin senam bersama, terdapat area khusus untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Baca juga:  Wisata Keliling Ibu Kota Modal Minim Dengan Bus Tingkat Gratis

Naik bendi atau dokar juga dapat menjadi kegiatan wisata yang tidak kalah menarik. Dengan tarif sebesar Rp. 15.000, wisatawan mendapat kesempatan mengelilingi area taman selama kurang lebih 15 menit di atas kendaraan tradisional tersebut.

Selanjutnya untuk penggemar wisata kuliner, di sekeliling taman ini terdapat banyak sekali kedai-kedai makanan yang menyajikan berbagai menu tradisional dan modern. Harganya sangat terjangkau, hanya berada pada kisaran puluhan ribu rupiah saja per menu.

Beberapa fasilitas pendukung lain yang tersedia adalah tempat parkir kendaraan, toilet hingga masjid. Selain itu sebagaimana taman kota lainnya, Taman Jayawijaya tidak memungut tiket masuk alias gratis. Sedangkan bagi wisatawan luar daerah yang lebih suka menggunakan transportasi umum, dapat naik angkutan Batik Solo Trans (BST) jurusan Mojosongo.

Reply