Gua Kedundung, Keindahan Tersembunyi di Desa Napal Melintang

Karst adalah medan bentuk muka bumi dan pola aliran khas yang terbentuk pada batu gamping akibat pelarutan air. Diantara ciri khas daerah karst yakni banyaknya terowongan atau ruang bawah tanah yang saling terhubung, atau lebih dikenal dengan nama gua.

Gua memiliki banyak keunikan, seperti bentukan lorong, fauna yang unik, hingga keindahan ornamennya. Salah satu gua yang cukup mencuri perhatian adalah Gua Kedundung yang berada di Kawasan Bukit Bulan, desa Napal Melintang, Kecamatan Limun, Sarolangun-Jambi.

Gua kedundung termasuk salah satu potensi alam yang dimiliki oleh provinsi Jambi dan belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Padahal selain unik gua ini juga memiliki pesona bawah tanah yang memukau. Nah, Penasaran dengan Gua Kedundung, berikut ulasannya.

Potensi Gua Kedundung di Desa Napal Melintang

Gua Kedundung termasuk gua vertikal. Lorong vertikal dari enterance gua memiliki kemiringan berkisar 45° dengan kedalaman 12 meter ke lantai dasar.
Karena termasuk gua vertikal, untuk mengeksplore Gua Kedundung dibutuhkan peralatan khusus, seperti karnamantel, karabiner, dan peralatan Single Rope Technik (SRT) lainnya. Gua Kedundung cukup unik. Bila pertama kali mengeksplore kedalamannya, tampak hanya seperti sumuran biasa tanpa ada lorong lorong horizontal.

Padahal di dalam sana sebenarnya terdapat lorong dan chamber raksasa. Yap, untuk menemukan lorong horizontalnya memang tergolong sulit. Anda harus lebih teliti memperhatikan setiap celah dinding dan tumpukan batu.

Lubang horizontal yang menghubungkan dasar gua vertikal ke chamber atau ruangan gua sangat sempit. Tingginya 60 cm dengan lebar berkisar 1 meter. Hanya cukup dilalui satu orang, itupun dengan posisi merayap.

Chamber di Gua Kedundung/ Dok. Mapala Siinjai Unja

Berkisar 3 menit merayapi medan yang sempit, barulah bertemu persimpangan. Disana sebuah ruangan dengan aneka ornamen tampak menghiasi setiap dinding dan atap gua. Ornament seperti stalaktit, stalakmit, guardam, pilar, hingga drapery berkilauan indah bersama terpaan sinar cahaya headlamp.

Baca juga:  Senja di Bukit Tempurung, Negeri di atas Awan

Bukan hanya chamber yang dihuni oleh aneka ornament, didalam sana juga terdapat chamber

tanpa ornament dan hiasan apapun. Kecuali sebongkah batu besar di bagian tengahnya. Dibongkahan batu inilah kerap digunakan sebagai rest area sambil memperhatikan sekeliling ruangan. Luas raungan ini hampir mencapai satu lapangan sepakbola.

Keunikan lain dari gua Kedundung adalah berfungsi sebagai penyimpan cadangan air. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya Static pool di ujung lorong gua. Berdasarkan hasil pemetaan, lorong horizontal pada Gua Kedundung berkisar 170 meter yang terdiri atas 3 lorong. Masing masing lorong memiliki variasi lebar dan ketinggian atap.

Ornamen di Gua Kedundung/ Dok. Mapala Siginjai Unja

Terkait pemanfaatan, sejauh ini Gua Kedundung tidak lagi termanfaatkan oleh masyarakat. Sebelumnya masyarakat menjaga gua karena memiliki potensi penghasil sarang burung walet. Tapi seiring waktu, sarang walet sudah sulit dijumpai dan masyarakat sudah enggan menjaga guanya.

Akses Menuju Gua Kedundung

Gua Kedundung masih berada di kaki Bukit Rajo, Kawasan Bukit Bulan, Napal Melintang, Sarolangun. Dari pemukiman masyarakat hanya membutuhkan waktu 35-40 menit dengan berjalan kaki tanpa membawa beban. Atau sekitar 15 menit dengan mengendarai sepeda motor.

Untuk bisa sampai ke mulut gua hanya perlu mengikuti jalan setapak yang biasa dilalui masyarakat bila hendak ke kebun. Jalan ini memiliki lebar sekitar 1.5 meter. Sebagiannya adalah jalan beton dua jalur, dan sebagiannya lagi adalah jalan tanah merah.

Desa Napal Melintang
Sungai Ketari, jalan yang Dilalui dari Desa Napal Melintang ke Gua Kedundung/Dok. Mapala Siginjai Unja

Usahakan perjalanan tidak jauh dari pinggiran sungai Ketari. Karena untuk bisa sampai ke Gua kita harus menyeberangi sungai itu. Sementara itu jalan dari sungai ketari ke mulut gua hanya 5 menit. Kondisi medan yang dilalui cukup landai. Hanya saja karena sudah jarang dikunjungi, pepohonan dan akar akar disekitar mulai menutupi jalur.

Baca juga:  Lubuk Beringin, Desa Agrowisata Bungo yang Mulai Banyak Dilirik Pecinta Wisata

Nah, itulah potensi menarik dari keindahan Gua Kedundung. sisi lain dari perut bumi yang menakjubkan. Dan jangan lupa, jadilah pengunjung yang bijak.

Reply