Napal Melintang, Karst Eksotik di Provinsi Jambi

Landscape Desa Napal melintang

Napal Melintang adalah salah satu desa yang berada di kawasan Bukit Bulan, kecamatan Limun, kabupaten Sarolangun, provinsi Jambi. Bukit bulan sendiri didiami 5 desa dengan laus wilayah sekitar 250 hektar yang diapit oleh perbukitan karst. Sebagian besar wilayahnya berupa topografi karst yang tersusun oleh batuan gamping berbentuk kerucut dengan relief sedang serta ketinggian berkisar 270-330 meter diatas permukaan laut.

Napal Melintang merupakan daerah terpencil di provinsi Jambi yang berjarak 56 km dari pusat pemerintah kecamatan Limun, 80 km dari ibu kota kabupaten Sarolangun, dan 260 km dari ibu kota provinsi Jambi. Meski jauh dan terpencil, daerah yang identik dengan kawasan berbatuan ini menawarkan banyak pesona keindahan yang bisa dinikmati di setiap sudutnya. Budaya dan keramahan masyarakat sekitar, landscape panorama yang membentang hijau, tebing kapur yang menjulang, hingga terowongan bawah tanah yang eksotik, adalah deretan potensi yang bisa dinikmati sebagai destinasi wisata.

Rute Perjalanan Menuju Desa Napal Melintang

Napal melintang

Perjalanan bisa di mulai dari Kota Jambi dengan mengendarai bus menuju Kota Sarolangun_pusat pemerintahan kabupaten Sarolangun selama 4 jam. Di Kota Sarolangun kita hanya transit, mengganti Bus dengan mobil Ranger menuju daerah paling ujung di kawasan Bukit Bulan yaitu dusun Napal Melintang. Jika tidak ada hujan, maka perjalanan dapat ditempuh selama 3 jam dengan medan berupa perbukitan tanah merah serta jurang di sebelah kiri jalan.

Sepanjang perjalanan hingga ke tujuan, mata akan dimanjakan dengan  panorama yang menjadi ciri khas daerah karst. Jajaran perbukitan kapur dengan pepohonan hijau, serta kawanan burung yang menukik lembut di celah celah ranting, cukup membuat siapapun terhipnotis. Keindahan Bukit Bulan memang belum banyak di ketahui oleh masyarakat luas. Padahal selain landscape alamnya yang tampak mempesona dipermukaan, juga menyimpan potensi keindahan gua yang tersembunyi di dalam perut buminya. Terdapat banyak gua di dusun Napal Melintang kawasan Bukit Bulan, diantaranya ada tiga gua yang wajib dikunjungi karena keindahannya. Namun jangan lupa untuk tetap memperhatikan kode etik penelusuran gua saat hendak menikmati gua gua tersebut.

Baca juga:  Asyiknya Mempelajari Sejarah Industri Rokok di House of Sampoerna Surabaya

Gua Mesiu yang Eksotik di Napal Melintang

Ornamen di Gua mesiu

Gua Mesiu termasuk paling populer di masyarakat sekitar, bahkan nenek moyang mereka dahulu mempercayai bahwa Gua Mesiu adalah tempat penimbunan bubuk Mesiu pada zaman penjajahan Belanda. Gua ini berada di ketinggian 260 Mdpl dan terletak di kaki Bukit Rajo, Dusun Napal Melintang, sekitar 30 meter dari pinggir Sungai Ketari. Ada jalan setapak yang bisa dilalui menuju Gua Mesiu dengan berjalan kaki ataupun sepeda motor. Jalan tersebut merupakan jalan utama masyarakat yang hendak ke kebun dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Gua ini termasuk gua horizontal, tapi meski sebagaian besar lorong adalah horizontal, dibeberapa tempat terdapat lorong vertikal yang diantaranya menghubungkan dengan mulut gua yang lain. Banyak ornamen yang menghiasi gua mesiu diantaranya stalaktit, stalakmit, guardam, hingga cowli flower.

Gua kedundung yang Misterius

Keindahan Gua Kedundung

Gua yang satu ini diperuntukan bagi mereka yang punya kemampuan khusus dalam pengaplikasian Single Rope Tekhnik. Hal ini di karenakan Gua Kedundung termasuk gua vertikal dengan kemiringan lorong vertikal 45ยบ dan kedalaman sekitar 12 meter dari mulut gua ke lantai dasar. Gua ini berada di ketinggian 270 Mdpl. Waktu tempuh dengan berajalan kaki 35 menit dari pemukiman warga, atau berkisar 15 menit jika mengendarai sepeda motor. Keunikan dari Gua Kedundung adalah chamber nya yang tergolong luas.

Gua kedundung juga termasuk gua yang menyimpan sumber air. Hal ini terlihat dengan ditemukannya static pool pada bagian lorong gua. Sementara itu untuk ornamen, gua ini termasuk gua yang memiliki aneka bentuk ornamen yang unik. Mulai dari stalaktit, guardam, pilar, hingga flowstone.

Gua Pelindi

Ornamen gua pelindi

Gua ini dinamakan Gua Pelindi karena merupakan gua yang menjadi sumber aliran air Sungai Pelindi. Gua Pelindi berada di ketinggian 240 Mdpl. Butuh waktu perjalanan sekitar 30 menit dari pemukiman dengan berjalan kaki. Gua Pelindi termasuk gua horizontal, meski horizontal tapi tetap membutuhkan persiapan fisik yang baik sebelum penelusuran karena akan melewati lorong lorong sempit dengan berjalan jongkok, merangkak, bahkan merayap untuk menyaksikan ruang gua yang lain. Banyak ornamen menarik yang menghiasi lorong-lorong gua. beberapa diantaranya adalah Flowstone, Rimstone, Stalaktit, Stalakmit, Marbel, dan Gourdam

Reply