Menyaksikan Sejarah Pengiriman Pesan Rahasia di Museum Sandi Yogyakarta

Museum merupakan objek wisata yang penuh dengan muatan sejarah dan pendidikan di mana kalian sangat mudah menemukannya di setiap daerah Indonesia. Tapi apabila ingin mencari keunikan tersendiri dari keberadaan suatu museum, silakan datang ke Museum Sandi Yogyakarta, persisnya di Jl Faridan Muridan Noto No 21, Kotabaru, Yogyakarta.

Bagi yang suka mengutak-atik berbagai kode unik atau tertarik memecahkan berbagai sandi rahasia, destinasi ini bisa menjadi pilihan utama. Sesuai dengan penyebutannya, museum ini memang mengangkat tema yang sangat spesifik, tentang dunia persandian atau pesan tersembunyi dari zaman kuno hingga modern.

Mesin sandi. Foto : Koleksi pribadi

Hasil Gagasan Sri Sultan Hamengkubuwono X

Museum Sandi adalah satu-satunya museum kriptologi di Indonesia. Bagi yang belum memahami, kriptologi merupakan bahasa latin yang berasal dari gabungan dua kata, kriptos dan logos. Kriptos mengandung arti rahasia dan tersembunyi, sedangkan logos bermakna ilmu. Jadi kriptologi adalah ilmu yang mendalami segala hal yang berkaitan dengan tulisan atau pesan rahasia.  

Pendirian Museum Sandi Yogyakarta merupakan hasil gagasan dari Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pada bulan Maret 2006 beliau bertemu dengan sejumlah mahasiswa dari Sekotah Tinggi Sandi Negara (STSN) dan Kepala Lembaga Sandi Negara RI, Mayor Jenderal TNI Nachroni Ramli.

Dari pertemuan ini kemudian muncul ide mendirikan museum sandi dan mengambil tempat di lantai bawah Museum Perjuangan Yogyakarta. Rencana ini tereralisasi pada 29 Juli 2008.

Kemudian untuk meningkatkan layanan kunjungan wisatawan yang terus bertambah banyak, pengelola memutuskan memindah museum ini ke lokasi sekarang. Sebelumnya bangunan museum baru tersebut pernah berfungsi sebagai kantor sandi darurat ketika bangsa Indonesia harus menghadapi Agresi Militer Belanda ke-2 pada 1048 hingga 1949.

Baca juga:  Api Tak Kunjung Padam: Api Keabadian di Bumi Pamekasan, Madura

Koleksi yang Sangat Unik

Melalui kunjungan ke Museum Sandi Yogyakarta, kalian bisa melihat dan mengamati berbagai koleksi peralatan untuk mengirim pesan-pesan rahasia. Mulai dari telegraf, buku kode sandi hingga mesin sandi dapat wisatawan temukan di tempat ini.

Contoh sandi. Foto : Koleksi pribadi

Di masa lalu, semua peralatan ini berperan sebagai sarana pengiriman pesan serangan kepada musuh dan musuh tidak dapat mendeteksi. Dengan adanya peralatan ini pula, para pejuang Indonesia berhasil menguasai kembali daerah-daerah yang sebelumnya diduduki oleh tentara Belanda.

Diorama. Foto : Koleksi pribadi

Bukan hanya mesin sandi saja, Museum Sandi Yogyakarta menyimpan banyak sekali arsip sandi, diorama dan gambar. Bahkan sepeda kuno yang dulu sering berfungsi sebagai alat transportasi oleh kurir yang bertugas mengirim pesan, juga masih terawat dengan baik di sebuah ruang.

Buku sandi. Foto : Koleksi pribadi

Semua koleksi tersebut selalu memunculkan rasa penasaran pada semua pengunjung. Kalian juga bisa membayangkan bagaimana rumitnya sistem komunikasi yang harus dilakukan dengan sembunyi-sembunyi di masa perjuangan. Apalagi mengingat pihak musuh memiliki banyak sekali mata-mata di setiap daerah.

Museum ini terdiri dari dua lantai dan masing-masing terbagi lagi menjadi beberapa ruang. Misalnya ruang diorama, ruang Agresi Militer, ruang pendidikan, ruang sandi internasional dan sebagainya.

Pesan unik dari pengunjung museum. Foto : Koleksi pribadi

Di sini pula wisatawan punya kesempatan bermain sambil belajar memecahkan sistem dan kode atau sekedar menyampaikan pesan khusus bagi pengunjung lain. Sedangkan di halaman depan dan belakang, dapat istirahat di taman yang gaya penataannya juga berhubungan dengan persandian.

Museum Sandi Yogyakarta buka setia hari Selasa sampai Minggu dari jam 09:00 WIB hingga 15:00 WIB. Khusus hari Senin tutup karena untuk restorasi. Adapun harga tiketnya Rp 3.000 per orang. Karena konsepnya adalah pendidikan dan sejarah, maka objek wisata ini menerima kunjungan wisatawan dari segala usia.

Reply