Menikmati Udara Sejuk di Bendung Tirtonadi

Selaras dengan penyebutannya, Bendung Tirtonadi terletak persis di sebelah utara Terminal Tirtonadi, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Bagi pengunjung luar kota, setelah turun dari bus di pintu bagian utara di terminal ini, bisa langsung menyebrang jalan menuju Jl. Ahmad Yani di mana obyek wisata ini berada.

Wisatawan bisa datang ke destinasi ini kapan saja, karena selalu buka selama 24 jam penuh tanpa libur. Selain itu tidak perlu membayar atau membeli tiket masuk, kecuali ongkos parkir bagi yang membawa kendaraan pribadi.  

Latar belakang pembangunan

Surakarta atau Solo merupakan sebuah kota yang secara geografis berada di dataran rendah dan menjadi daerah pertemuan beberapa aliran sungai. Diantaranya Kali Anyar, Kali Gajah Putih, Kali Premulung, Kali Pepe dan yang paling lengendaris, Bengawan Solo.

Agar terhindar dari bencana banjir, pada tahun 2018 pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun infrastruktur berupa Bendung Tirtonadi di Kali Pepe. Tetapi selain berfungsi sebagai pengendali banjir, pembuatan bendung ini mempunyai tujuan lain, yaitu mengembangkan obyek wisata baru.

Daya tarik dan kegiatan

Bendung Tirtonadi terletak di jalur pertemuan dua anak sungai, Kali Pepe dan Kali Gajah. Jika ada wisatawan yang membayangkan bahwa obyek wisata ini merupakan sebuah bendungan besar dengan nuansa gagah atau maskulin, ini merupakan suatu kesalahan besar. Saat datang dan melihat langsung, suasana yang muncul justru cenderung anggun dan feminim.

Tepat di atas bendungan terdapat jembatan yang sebagian besar materialnya memakai bahan dari kaca. Tampilannya yang begitu cantik dan estetik dengan warna dominan biru membuat jembatan ini menjadi daya tarik utama pengunjung. Sehingga tidak mengherankan banyak yang memilihnya untuk dijadikan back ground pemotretan dan selfie.

Baca juga:  Hakone, Kota Tua Bersejarah Dengan Hamparan Panorama Yang Indah
Jalur pendestrian Bendung Tirtonadi. Foto : Dok. pribadi

Sementara itu di sisi kiri dan kanan aliran sungai, pengelola membuat pendestrian yang menjadi jalur khusus bagi pejalan kaki. Di sinilah pengunjung dapat menikmati keindahan panorama sekitar secara leluasa sambil jalan-jalan. Terutama pada pagi dan sore hari ketika cuaca tidak terlalu terik.

Ornamen cantik. Foto : Dok. pribadi

Taman dengan tanaman hias yang menawan, kursi duduk dan aneka ornamen yang diletakan di berbagai lokasi membuat Bendung Tirtonadi makin menarik dan terasa nyaman untuk bersantai. Di sini pula tersedia area khusus bagi siapa saja yang ingin main sepatu roda atau sekedar berolahraga joging.

Walk of Fame. Foto : Dok. pribadi

Masih di jalur pendestrian, ada satu hal istimewa lagi yang dapat pengunjung jumpai. Bentuknya mirip walk of fame sebagaimana yang terdapat di trotoar jalan di kawasan Hollywood Amerika Serikat. Tapi uniknya, bukan nama artis atau bintang film terkenal yang tertulis di plakat bintangnya.

Nama tokoh dalam cerita pewayangan seperti Gatotkaca, Abimanyu, Arjuna, Srikandi, Setyawati dan lainnya adalah yang tertulis pada plakat tersebut. Sehingga secara tidak langsung wisatawan bisa belajar dan mengingat nama-nama yang sangat terkenal dalam khasanah budaya Jawa tersebut.

Penelitian

Gedung Papan Kawruh Tirta. Foto : Dok. pribadi

Selanjutnya jika ada pelancong yang tertarik ingin mengadakan penelitian tentang berbagai hal yang ada hubungannya dengan dunia air, dapat masuk ke gedung Papan Kawruh Tirta. Arsitektur bangunannya sangat unik karena hampir semua dindingnya menggunakan bahan kaca warna.

Hanya saja sebelum melakukan penelitian, harus memberi tahu pada pihak pengelola agar dapat mengatur jadwalnya. Kerena selain digunakan untuk penelitian, ruang dalam gedung ini juga sering dimanfaatkan untuk mengadakan seminar pendidikan, diskusi tentang sungai atau banjir dan sebagainya.

Baca juga:  Sering Naik Kereta? Simak Tips Agar Tidak Bosan Saat Di Kereta

Kesimpulannya, wisatawan bisa menikmati sekaligus mempelajari banyak hal saat berkunjung ke Bendung Tirtonadi. Apalagi pemandangan alam sekitarnya tidak saja indah namun juga sangat memanjakan mata.

Reply