Gunung Singgalang, Pesona Keindahan Alam Eksotis di Atap Sumatera Barat

Sumatera Barat terkenal dengan keindahan bentang alamnya yang mempesona. Di provinsi ini kamu bisa menikmati banyak destinasi alam menarik. Mulai dari pantai yang indah, perbukitan yang hijau, tembok tembok tebing alam yang kokoh hingga gunung gunung yang menjulang tinggi. 
Nah, Keindahan alam itu juga tercermin pada Gunung Singgalang. Gunung yang berada di kabupaten Agam ini tengah menjelma menjadi primadona Sumatera Barat terutama buat penggila kegiatan alam bebas. Mau tahu seperti apa? Yuk simak ulasan berikut!

Pesona Gunung Singgalang dengan Telaga Dewinya

View gunung singgalang dari bawah

Gunung Singgalang merupakan gunung vulkanik tidak aktif dengan ketinggian 2877 mdpl. Gunung ini dihiasi dengan vegetasi hutan hujan tropis yang masih asri. Kontur perbukitan dengan jajaran pepohon hijau yang rapat begitu jelas mewarnai kondisi medan di Gunung Singgalang. Selain itu gunung ini juga dikenal sebagai gunung yang kaya akan sumber air. Sehingga jarang ada pendaki kehabisan air saat mendaki Gunung Singgalang, baik itu di musim hujan maupun musim kemarau. Keberadaan air yang melimpah kemungkinan besar dipicu karena masih lebatnya tutupan lahan di sekitar

Telaga dewi

Sesuatu yang menarik dari Gunung Singgalang juga ada pada telaganya. Telaga dikenal dengan nama Telaga Dewi ini dahulunya adalah bekas kawah yang kini sudah tidak aktif lagi.

Biasanya pendaki yang menjajal treck Gunung Singgalang lebih terfokus untuk mengunjungi telaga di banding puncak Gunung Singgalang itu sendiri. Itu lah mengapa Telaga Dewi kerap di juluki maskotnya Gunung Singgalang. 

Telaha dewi

Menginjakkan kaki di sekitaran telaga bakal membuatmu terpukau. Ketenangan air yang menggenang, hingga pepohonan hijau yang mengelilinginya, menyajikan suasana berbeda yang menyulap rasa lelahmu diperjalanan hilang seketika.  

Telaga Dewi sangat terbuka dan mempesona. Bila cuaca cerah pantulan sinar matahari bisa langsung menyentuh permukaan air yang menghasilkan kilauan cahaya indah ke daerah sekitar. Begitupula halnya saat sore hari.Memandangi telaga yang diwarnai bayang pepohonan di permukaan air menawarkan keteduhan dan kenyamanan bagi penikmatnya

Baca juga:  Menikmati Lukisan Alam Pulau Pemutusan

Rute Perjalan Menuju Titik Awal Pendakian

Bila hendak mendaki Gunung Singgalang setidaknya ada 3 jalur yang tersedia, yaitu jalur Toboh, jalur Balingka dan jalur Koto Baru. Dari beberapa pilihan jalur diatas jalur Koto Baru adalah yang paling familiar dan sering dilalui pendaki. 

Menuju Koto Baru tidaklah terlalu sulit karena posisinya berada diantara Bukit Tinggi dan Padang Panjang. Jika start dari Kota Padang kamu bisa menggunakan transportasi umum jurusan Bukit Tinggi dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Nantinya sesampai di Koto Baru kamu bisa turun di pasar kemudian melanjutkan perjalanan dengan mengendarai angkutan desa dan berhenti di Rumah Tenun Pusako Pandai Sikek. 

Kondisi jalur perjalanan

Rumah Tenun Pusako Pandai Sikek adalah pemberhentian mobil terakhir buat kamu. Karena setelah itu mesti berjalan kaki sejauh 2 Km menuju posko pendakian. Di posko pendakian kamu diwajibkan merampungkan semua jenis administrasi mulai dari registrasi nama hingga membayar retribusi. Barulah setelah itu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki lagi sejauh 2 km menuju titik awal pendakian. Titik awal pendakian ditandai dengan tiang tiang pemancar televisi

Jalur Pendakian Gunung Singgalang

Pendakian lewat jalur Koto Baru bisa di bilang cukup jelas dengan adanya beberapa tanda jalur yang terpasang. Perjalanan dari pintu rimba memakan waktu sekitar 5 jam sebelum kamu menemukan daerah cadas. Nah, daerah cadas biasanya dipakai sebagai area persitirahat bila sudah terlalu sore atau tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanan. Disini tersedia area yang bisa kamu gunakan untuk mendirikan tenda. Hanya saja sedikit sulit karena cukup jauh dari sumber air. 

Hutan lumut

Setelah cadas, perjalanan akan berlanjut menuju Telaga Dewi. Kamu akan menghadapi tanjakan terjal berupa bebatuan keras berwarna kuning. Ditengah perjalanan akan ada tugu Galapagos yang dibuat untuk mengenang seorang pendaki SMA yang meninggal pada tahun 1990 saat pendakian. 

Baca juga:  Dulu Pelepas Syahwat, Sekarang Tempat Bersholawat

Usai tanjakan terjal, kamu akan berhadapan dengan hutan yang dipenuhi dengan area berlumut sebelum akhirnya berjumpa dengan Telaga Dewi yang cantik nan mempesona. Jika ingin menikmati lebih lama dan lebih dekat, kamu sebaiknya mendirikan tenda di sekitar telaga

View gunung merapi dari singgalang

Dari telaga menuju puncak Gunung Singgalang hanya berkisar 30 menit dengan medan yang cukup bersahabat. Jika di beberapa gunung kamu menemukan titik treangulasi berupa patok tiang atau tugu, di puncak Gunung Singgalang kamu akan menemukan tower pemancar yang dipagari dengan kawat. Saat cuaca sedang cerah, dari puncak ini kamu akan melihat dengan jelas pemandangan gunung merapi yang berdiri dengan gagahnya.

Reply