Menu

Tour to Bali: Day 1

Sesuai jadwal tujuan wisata kita kali ini adalah: Taman Ayun, Bedugul, Alas Kedaton, Tanah Lot. Jam 9:00 sebuah mobil elf putih dari sebuah jasa tour sudah menunggu di depan gerbang. Sang sopir sekaligus tour guide kita sudah menunggu dengan senyum lebarnya yang khas, dialah Pak Dewa yang akan menemani kita jalan-jalan selama 3 hari (hari terakhir gak jasa tour).

Beruntung kita dapat tour guide yang ramah, murah senyum, gak rese, gak matre dan pengetahuan tentang objek wisatanya luas beserta latar belakangnya, ya beliau memang orang Bali aseli, wangsa Ksatria, asal Klungkung katanya (lengkap kan).

Taman Ayun

Tujuan pertama adalah Taman Ayun. Tadinya saya pikir taman bermain, ada ayun-ayunan dan jungkit-jungkitan. Tapi ternyata Ayun itu hanya nama saja (entah apa artinya), bukan dari ayun-ayunan. Disana ada pura yang indah sekali. Oh iya sepanjang jalan saya heran kenapa gak ada kendaraan umum di Bali, kayak angkot di Bogor ato metromini di Jakarta.

Jalanan di Bali boleh dibilang bersih dari kendaraan umum, yang ada hanya kendaraan pribadi dan motor. Katanya hampir setiap rumah punya motor, hampir di setiap jalan dapat ditemui showroom motor atau bengkel motor. Hal ini mengakibatkan jalanan terlihat lengang, gak ada macet-macetnya.

Kembali ke Taman Ayun, disini kita hanya melihat Pura saja, sambil mendengarkan penjelasan dari Pak Dewa. Beberapa Bule berbahasa Spanyol (atau Latin? pokoknya bukan English) pun terlihat menikmati pemandangan Pura. Saya pun terkagum-kagum dan sangat iri dengan orang Bali yang bisa menguasai beberapa bahasa Asing dan fasih menggunakannya.

Bedugul

Dari Taman Ayun perjalanan dilanjutkan ke Bedugul untuk menikmati keindahan danau Ulu Danu dan Pura (lagi). Oh iya dalam perjalanan menuju Bedugul sekilas terlihat papan nama “Bali Camp” di sisi jalan. Wedew ternyata Bali Camp yang terkenal itu jauh sekali dari keramaian, bener-bener ada di dalam suasana pedesaan, sepertinya nyaman sekali kerja disana.

Baca juga:  Tour to Bali: Rencana Besar

Pura di Ulu Danu tampak indah karena berada di pinggir danau yang luas membiru. Hmmm… sapuan angin danau terasa segar sekali, disini gak perlu nahan nafas karena polusi. Kita beristirahat sejenak disini sambil menikmati indahnya danau dan menunggu tibanya waktu Shalat Jum’at.

Oh iya walaupun banyak Pura disini tapi hari itu terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an dari speaker mesjid di seberang jalan sana, jadi suasananya rada-rada gimana gituh.. mixed.

Mesjid yang katanya satu-satunya di Bedugul itu terletak di seberang jalan dan harus naik beberapa anak tangga yang cukup tinggi, karena letaknya agak di perbukitan gitu. Di sebelah bawah mesjid ada madrasah dan sekolah-sekolah Islam. Sholat Jum’at di Bali sama aja koq kayak sholat Jum’at di Ciamis, Bogor dan Jakarta, gak pake sesajen atau dupa-dupa.

Setelah shalat Jum’at kita semua merasa lapar, dan memang waktunya makan siang. Oh iya buat muslim kalau jalan-jalan ke Bali harus hati-hati memilih makanan, karena disana banyak menu Babi, dan meskipun tidak eksplisit menyebutkan Babi, tapi harus hati-hati juga kemungkinan makanan yang dimasak bareng-bareng dengan hidangan haram lainnya.

Jadinya kita mampir ke rumah makan Taliwang, yang di papan namanya sih ada tulisan 100% halal, jadi kita percaya aja. Menu disana macem-macem, namun yang khas adalah Ayam Bakar Taliwang. Tadinya saya pengen banget ngerasain Ayam Bakar Taliwang (jiwa wisata kuliner), namun karena termasuk ToKe (Tourist Kere) jadinya makan yang standar-standar saja yaitu sate ayam biasa.

Alas Kedaton

Kenyang makan, perjalanan dilanjutkan ke Alas Kedaton, nah tempat ini katanya sarang kera dan kelelawar. Namun seperti objek wisata sebelumnya tempat ini juga cukup sepi pengunjung, mungkin juga karena hari kerja (tapi kan everyday is Sunday in Bali). Sebelum masuk ke Alas Kedaton, kita dianjurkan membeli kacang tanah, bukan untuk bekal perjalanan tapi untuk dikasih ke kera-kera yang kadang nakal.

Baca juga:  Kenangan yang Tertinggal di Empal Gentong Haji Apud

Ada beberapa tips yang dikasih oleh dua orang mbak-mbak tour guide Alas Kedaton yaitu, jangan masukkan tangan ke saku, tangan jangan mengepal jika lagi gak pegang kacang, dan jangan bercanda dengan kera, jadi kalau mau kasih kacang kasihlah yang benar dan ihlas, jangan dimain-mainin, klo nggak ntar mereka bisa ngamuk, mencakar dan menggigit, ngeri kan.

Saya sempat sih ngasih kacang ke beberapa kera, tapi saya pilih kera yang berukuran sedang aja, klo yang gede serem. Beberapa temen bahkan beruntung karena pundaknya dinaikin sama kera, mungkin mereka merasa ketemu sodaranya.

Tanah Lot

Udah mulai sore, tibalah saat yang dinanti-nanti yaitu melihat sunset di Tanah Lot. Selama ini hanya melihat keindahan Tanah Lot lewat gambar di kalender atau TV. Dengan bekal kolor yang dibeli di Alas Kedaton (sial nawarnya kemahalan) saya berjalan-jalan menyusuri pantai berkarang Tanah Lot.

Tanah Lot tampak lebih ramai daripada objek wisata sebelumnya, bule-bule dan turis Jepang pun terlihat wara-wiri, dan saya semakin iri dengan tour guide mereka yang bisa ngobrol cas-cas-cis-cus (belajar berapa lama ya mereka.. ataukah learning by doing?).

Indah sekali pantai ini, diatas karang ada sebuah pura, dibawahnya ada gua, katanya ada air suci disana. Ada juga gua yang katanya terdapat dua ular suci, kalau yang keluar ular putih pertanda nasib baik, sebaliknya dengan ular hitam. Saya sih gak masuk ke goa-goa-an itu, cukup jalan-jalan menyusuri pantai berkarang dan menkimati udara laut yang menyegarkan.

Sayang sekali sunset yang ditunggu-tunggu terhalang oleh awan kabut… tapi kita sudah cukup puas berjalan-jalan dan melihat saat-saat menjelang sunset.

Jalan-jalan hari pertama pun berakhir dengan rasa puas, kita harus kembali ke basecamp untuk beristirahat dan persiapan hari berikutnya. Perjalanan masih panjang….

Tags:

Komentar kamu

No Responses

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Catper, Indonesia
I love Bali
Tour to Bali: Rencana Besar

Rencana Besar Saya kurang tahu siapa yang mencetuskan ide ini pertama kali. Hanya saja sekitar dua bulan yang lalu ketika...

Close