Masih Ragu Mengajak Pasanganmu Traveling? Ini Manfaatnya

Traveling bareng teman setongkrongan mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana jika traveling bareng pasangan? 

Yap, tidak banyak orang yang mau mengajak pasangannya traveling bersama. Katanya takut si doi sakit, kecapekan atau alasan lainnya. Padahal belum tentu dia setuju dengan alasan itu. Sebenarnya traveling bareng pasangan adalah tahap penjajakan yang paling afdol. Dari perjalanan itu kamu bisa mengenal sejauh apa karakter pasanganmu ketika bahagia, tertekan, atau mungkin ketika sedang tidak setuju pada rencanamu. 

Nah, untuk lebih jelasnya disini telah dirangkum beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh jika traveling bareng pasangan? Mau tahu? Berikut ulasannya. 

Bisa Mengatasi Perbedaan untuk Mencapai Tujuan yang Sama

Ilustrasi foto via pixabay

Pada saat traveling, pasti ada target yang ingin kamu capai bareng pasangan. Meski target yang hendak dicapai sama, namun  belum tentu proses yang ingin dilalui juga sama.Terkadang muncul perbedaan perbedaan pendapat yang kerap mejadi hambatan kecil di depan.

Nah, proses inilah yang sangat penting. Disini kamu dituntun menjadi lebih dewasa dalam mengahadapinya. Lewat diskusi diskusi ringan sepanjang perjalanan, kamu akan lebih mengenal bagaimana perspektif pasanganmu dalam menyelesaikan masalah dari perbedaan perbedaan yang muncul. Dengan kata lain, ini menjadi simulasi kecil buat kamu yang ingin membangun hubungan serius. Suatu hubungan yang nantinya butuh pemahaman untuk menyatukan pendapat yang berbeda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga

Hubungan Akan Menjadi Lebih Intim

Ilustrasi foto via pixabay

Traveling biasanya kerap menghadirkan tantangan, terlebih untuk kegiatan di alam bebas. Anggaplah misalnya kamu dan pasangan melakukan pendakian ke gunung yang menghabiskan waktu lebih dari dua hari. Di sana tentu kalian akan dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Membangun tenda yang cukup hangat untuk beristirahat, mencari air, memasak, dan beberapa aktivitas lain yang tidak mudah dilakukan dalam kondisi tubuh yang lelah setelah tracking seharian. Tentu semua itu tidak akan bisa teralisasi jika tidak bekerjasama dan di dasari dengan kemauan yang kuat. Meski memang kerap dijumpai pendaki lain di sana, tapi tetap saja teman satu tim adalah sandara utama yang tidak tergantikan. 

Baca juga:  Makin Cinta di Ennichisai 2016 hari ke-2

Melewati momen momen itu tanpa disadari telah membangun hubungan kalian lebih hangat dan dekat. Kamu akan menyadari dalam kondisi buruk sekalipun akan tetap merasa nyaman dan menyenangkan saat bersamanya

Melihat Sejauh Apa Kamu dan Pasangan Mengatasi Kondisi Paling Buruk

Ilustrasi foto via pixabay

Traveling bareng pasangan di tempat tempat baru tidak bisa dibilang sederhana. Kalian harus bisa terus menjaga kenyamanan satu sama lain agar perjalanan tetap terasa nikmat. Saat pasanganmu mengeluh mengenai perjalanan yang panjang, bosan, atau kelelahan, mungkin akan memicu rasa kesal salah satu diantara kalian. Atau juga ketika kamu mengajak pasanganmu untuk mengunjungi tempat lain tapi justru dia tidak tertarik dan lebih memilih untuk tidur saja. 

Nah momen momen itu menjadi ujian yang harus kamu hadapi sepanjang perjalanan. Dalam situasi ini kalian bisa mengukur seberapa mampu hubungan kalian menghadapi cobaan berat seperti itu. Mampukah kalian mengendalikan diri? Atau justru ngotot dengan keinginan masing masing? 

Mengetahui Kepiawaian Pasangan dalam Menghadapi Kebosanan

Ilustrasi foto via pixabay

Traveling memang sangat mengasyikkan, tapi bukan berarti tidak ada kebosanan yang muncul. Anggap saja kamu sedang menaiki kereta api atau bus hingga berjam jam lamanya atau bertemu dengan orang orang baru yang menurutmu kurang asik selama di perjalanan, tentu akan memicu rasa bosan dalam diri kamu dan pasangan. Nah, dimomen inilah kamu akan melihat karakter pasanganmu. seberapa mampukah dia mengatasirasa bosan dan menciptakan suasana lebih hidup.  

Bertemu dengan Orang Baru yang Inspiratif

Ilustrasi foto via pixabay

Setiap perjalanan pasti menyisahkan pengalaman berharga. Salah satunya adalah bertemu dengan orang orang baru. Sebagai contoh dalam perjalanan kamu sedang menaiki kapal, di sana kamu bertemu dengan pasangan orang tua lanjut usia. Bisa saja dia akan bercerita dan membagi pengalaman selama mengarungi bahtera rumah tangga. Tentu itu menjadi catatan penting buat kamu dalam menjalin hubungan yang lebih erat selayaknya pasangan lanjut usia tersebut.