Fakta Olimpiade Tokyo 2020 yang Berlangsung di Tengah Pandemi Covid-19

Tahukah traveler fakta Olimpiade Tokyo 2020 yang saat ini sedang berlangsung?

Saat ini, sedang berlangsung pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020, yang sebelumnya sempat tertunda satu tahun karena pandemi Covid-19. Olimpiade Tokyo 2020 yang seharusnya dilaksanakan pada 24 Juli-9 Agustus 2020 akhirnya bisa diselenggarakan tahun 2021, mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Mungkin sebagian dari traveler ada yang merencanakan ingin liburan ke Jepang sekaligus menyaksikan Olimpiade Tokyo 2020 sebelumnya. Sangat disayangkan, pandemi Covid-19 melanda. Memang, tidak hanya Jepang yang sedang bergulat dengan pandemi Covid-19, namun juga negara-negara di dunia.

Karenanya, perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 tidak semeriah seperti penyelenggaraan Olimpiade tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, di semua cabang olahraga tidak ada penonton yang diizinkan untuk hadir.

Sambil menyaksikan Olimpiade baik melalui televisi atau live streaming, travaler bisa simak fakta-fakta tentang Olimpiade Tokyo 2020 yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Tokyo Menjadi Tuan Rumah Olimpiade untuk Kedua Kalinya

Ibu Kota Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade untuk kedua kalinya setelah 56 tahun (foto: Olympics.com)

Menjadi tuan rumah Olimpiade bukan yang pertama kalinya bagi Tokyo. Ibu Kota Jepang ini pernah tuan rumah Olimpiade musim panas pada 1964 silam. Tokyo terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan ajang kompetisi Olimpiade 2020 mengalahkan kandidat dua kota lainnya, yaitu Madrid dan Istanbul.

2. Olimpiade Diadakan Tanpa Penonton

Olimpiade Tokyo 2020 terpaksa berlangsung di tengah pandemi, bahkan Pemerintah Jepang menetapkan status darurat bagi Ibu Kota Tokyo mulai 12 Juli hingga 22 Agustus. Karenanya, panitia memutuskan pelaksanaan Olimpiade Musim Panas 2020 akhirnya diadakan tanpa kehadiran penonton sama sekali di semua event cabang olahraga.

3. Obor Olimpiade Berbentuk Sakura

Desain obor Olimpiade Tokyo 2020 berbentuk bunga Sakura (foto: dailymulligan)

Obor Olimpiade Olimpiade Tokyo 2020 mengambil desain bentuk bunga sakura, bunga khas yang sekaligus menjadi kebanggaan dan kecintaan masyarakat Jepang. Obor berbentuk bunga sakura ini pun dibuat dengan teknologi yang sama dengan pembuatan shinkansen atau kereta peluru Jepang.

Baca juga:  Minggu seru, dari EJU hingga Bon Odori

4. Rusia Dilarang Berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo 2020

Komite Olimpiade Internasional (IOC) melarang segala identitas Rusia, mulai dari negara, bendera, hingga lagu kebangsaan untuk ditampilkan dalam acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.

Larangan ini merupakan buntut dari penemuan Rusia yang melakukan campur tangan pemerintah atas pengujian doping oleh Anti-Doping Dunia (WADA). Karenanya, Sidang Arbitrase Olahraga Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberikan sanksi kepada negeri Beruang Putih.

5. Miraitowa, Maskot Olimpiade Tokyo 2020

Miraitowa, maskot Olimpiade Tokyo 2020 (foto: Olympics.com)

Seperti ajang olahraga dunia lainnya, Olimpiade Tokyo 2020 juga memiliki maskot, yaitu Miraitowa. Nama ini diambil dari kata mirai yang artinya masa depan dan towa yang berarti keabadian. Miraitowa memiliki warna biru nila yang merupakan perpaduan tradisi luhur dan inovasi modern budaya Jepang. Maskot ini juga digambarkan memiliki karakter yang ceria, atletis, dan memiliki kemampuan teleportasi.

6. Tambahan Lima Cabang Olahraga Baru

Dalam pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020, ada 33 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Lima diantaranya adalah olahraga baru yang digelar untuk pertama kalinya. Kelima cabang olahraga tersebut adalah bisbol/softball, selancar, karate, panjang tebing, dan skateboarding.

7. Opening dan Closing Ceremony tanpa Penonton

Pertunjukan kembang api di Opening Ceremony Olimpiade Tokyo 2020, Jumat 23 Juli 2021 (foto: REUTERS/Marko Djurica)

Seremonial Upacara Pembukaan dan Penutupan Olimpiade Tokyo 2020 akan diadakan di New National Stadium. Stadion ini memiliki kapasitas 68,000 kursi yang juga merupakan stadion utama pada penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 1964.

Sayangnya, karena berlangsung di tengah pandemi, opening dan closing ceromony tidak dihadiri penonton umum. Hanya tamu undangan yang terdiri dari anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), diplomat, dan pihak sponsor yang bisa menghadiri acara pembukaan dan penutupan

8. Olimpiade Tokyo 2020 dalam Angka

Ajang olahraga dunia ini dihadiri oleh 11.500 atlet dan 79.000 officials, jurnalis, dan staf. Perbandingan jumlah atlet yang berpartisipasi adalah 51% laki-laki dan 49% perempuan.

9. Menghabiskan dana $15,4 miliar

Untuk menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020, Jepang secara resmi menghabiskan $15,4 miliar (sekitar Rp215,6 triliun), dengan $6,7 miliar berasal dari pembayar pajak negara sakura tersebut.

Baca juga:  Makin Cinta di Ennichisai 2016 hari ke-2

Fakta penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020

Itu tadi 9 fakta tentang Olimpiade Tokyo 2020 yang menjadi olimpiade pertama kali yang berlangsung di masa pandemi. Meskipun belum bisa traveling kembali, semoga dengan mengetahui fakta mengenai Olimpiade Tokyo 2020 bisa sedikit menghibur traveler. Selamat menonton pertandingan favorit!

Reply