Danau Lingkat, Bentang Alam Kerinci yang Memikat

Pesona alam kerinci

Berbicara tentang alam Kerinci, memang tidak akan ada habisnya. Belum lagi soal budaya dan kulinernya. Begitu banyak hal menarik dan menggiurkan yang bisa dieksplore di sini. Seperti julukannya “Sekepal Tanah dari Surga”, Kerinci memang benar benar surga di tanah Jambi. Salah satu tempat yang tengah menjadi pembicaraan adalah Danau Lingkat.

Pesona Danau ini tidak kalah dengan danau danau lainnya di Indonesia. Keberadaan danau ini juga semakin memperkuat bahwa alam Kabupaten Kerinci memang sangat kaya dan mengagumkan.

Nah, penasaran hendak menyambangi tempat ini saat liburan di Kabupaten Kerinci?. Pastikan Traveler terlebih dahulu membaca ulasan berikut.

Akses Menuju Danau Lingkat

Suasana di sekitar danau lingkat

Danau Lingkat terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. Berada di ketinggian 1100 mdpl, tempat ini memiliki luas berkisar 12 hektar.  Untuk bisa menikmati keindahan Danau harus menempuh perjalanan dari  Kota Sungai Penuh sejauh 43 kilometer atau menghabiskan waktu sekitar 1 jam dengan mengendarai kendaraan bermotor.

Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Namun jika menginginkan waktu yang lebih fleksibel sebaiknya lebih disarankan menggunakan sepeda motor saja. Kondisi jalan menuju danau masih berupa jalan tanah yang bercampur kerikil. Selama perjalanan traveler harus tetap berhati hati dengan kondisi medan, apalagi ketika jalanan habis diguyur hujan. Jalanan yang becek dan licin akan semakin sulit untuk dilewati.

Cerita Mistis Hingga Larangan Berperahu

Ketenangan air danau lingkat

Danau Lingkat memiliki cerita rakyat yang menarik untuk didengarkan. Yap, danau ini tergolong keramat dimata masyarakat setempat dan banyak pantangan yang wajib untuk ditaati saat berkunjung. Pantangan yang cukup terkenal adalah dilarangnya berperahu bagi pengunjung atau masyarakat desa.

Dilarangnya mengelilingi danau dengan perahu konon diawali dari kisah ratusan tahun lalu saat seorang gadis dari Desa Selam Paung hilang setelah berperahu di danau ini. Kedua orang tua gadispun sempat mencari hingga petang namun tetap saja tidak ditemukan.

Baca juga:  Bukit Betabuh, Potensi Memukau Hutan Riau yang Wajib Dijaga

Setelah kehilangan gadis tersebut, masyarakat setempat memutuskan untuk tidak lagi mau mengarungi danau dengan perahu agar kejadian serupa tidak terulang. Bahkan danau ini pun sempat dikeramatkan dan tak ada masyarakat yang berani mengunjunginya. Barulah pada tahun 80-an mulai ada orang yang memberanikan berkunjung. Meski begitu larangan mengelilingi danau dengan perahu masih diberlakukan.

Rakit yang digunakan sebagai transportasi berkeliling danau lingkat

Selain larangan berperahu cerita lainnya datang dari sebuah batu. Di seberang danau , bila traveler berkunjung di sini bisa melihat adanya batu besar yang oleh masyarakat sekitar dinamakan Batu Belang. Batu besar ini dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai tempat pemandian dewa. Tak jauh dari batu pemandian dewa tersebut juga terdapat sebuah tempat yang konon dipercaya tempat mandinya penunggu danau. Bila putri penunggu danau tersebut mandi, bunga disekitar akan mekar dan jatuh ke danau yang memunculkan aroma harum.

Pesona Danau Lingkat, Keindahan Khas Alam Kerinci

Keindahan Danau Lingkat

Cerita rakyat yang beredar di Danau Lingkat dan sekitarnya memang menarik. Namun pemandangan yang ditawarkan di danau ini tidak kalah menariknya. Apalagi jika menikmati danau lebih dekat. Dari  bibir danau teman traveler bisa melihat air danau yang berwarna hijau pekat serta panorama indah dari pegunungan berupa jajaran pohon hijau dan perbukitan. Semua itu semakin serasi dengan perpaduan suara suara merdu kicauan burung yang menenangkan jiwa.

Meski terdapat pantangan untuk tidak mengelilingi danau dengan perahu, tapi traveler masih bisa menikmati danau dengan cara yang berbeda yaitu dengan menggunakan rakit. Ya, pengunjung masih bisa menggunakan rakit untuk merasakan sensasi mengapung diatas permukaan air danau.

Pondok di seberang danau lingkat

Selain mengelilingi danau dengan rakit, pengunjung juga bisa mengunjungi Batu Besar tempat pemandian raja diseberang danau. Yang terpenting adalah pengunjung yang datang harus tetap sopan, tidak takabur dan tidak sombong.  Bila traveler hendak bersantai, terdapat pondokan sederhana diseberang danau yang bisa digunakan. Keasrian dan keindahan danau dari tempat ini dijamin akan mengikis rasa lelah sisa perjalanan.

Baca juga:  Masjid Modern Khas Minangkabau, Destinasi Wisata Religi Penggemar Arsitektur

Selain menikmati danau, disini traveler juga bisa memotret berbagai keindahan. Jika traveler memiliki hobi memancing, sebaiknya jangan lupa membawa pancing. Traveler bisa memancing ikan semah, ikan khas kerinci dan membakarnya sembari menikmati ketenangan danau.

Fasilitas Danau Lingkat

Danau Lingkat

Meski mulai ramai di kunjungi wisatawan, sayangnya fasilitas di tempat ini masih belum memadai. Di pinggiran danau belum ditemukan kamar mandi, tempat parkir yang aman untuk kendaraan, mushallah atau masjid untuk beribadah, bahkan belum banyak ditemukan warung atau pedagang makanan disekitar danau. Tak hanya itu, kondisi jalan menuju danau menjadi kendala tersendiri bagi pengunjung karena belum diperbaiki.

Bagi traveler yang datang dari jauh dan hendak menginap, bisa menemukan beberapa homestay di Desa Lempur dengan harga yang terjangkau. Fasilitasnya memang belum terlalu lengkap, tapi homestay ini bisa jadi alternatif mengingat hotel baru bisa dijumpai ketika di Kota Sungai Penuh.

Nah, itulah ulasan singkat mengenai Danau Lingkat lengkap dengan cerita dan pesonanya. Bila traveler tertarik bisa datang langsung dan membuat penilain sendiri. 

Reply