Menu

Soal Tahu, Kuningan Tak Kalah dengan Sumedang

Bicara soal tahu, yang langsung nyangkut di benak adalah tahu asal Sumedang. Ya, harus diakui, nama tahu Sumedang memang sudah sohor kemana-mana. Kelezatan dan nikmatnya tahu Sumedang, sudah mengindonesia.

Bahkan ada yang mengatakan tak lengkap dan sempurna rasanya, jika datang ke Sumedang, tidak mencicipi atau membawa oleh-oleh tahu Sumedang. Tahu Bungkeng, adalah salah satu produsen tahu Sumedang yang paling tenar. Bungkeng sendiri tak lain adalah pioner pembuat tahu di Sumedang, diambil dari nama pembuatnya yakni Ong Bungkeng. Dia, yang pertama kali atau perintis usaha tahu di Sumedang, hingga kemudian setelah itu banyak yang mengikuti jejaknya menggantungkan hidup dari nikmat dan gurihnya tahu Sumedang.

Sumber foto: Titimangsa.com

Tapi sebenarnya, tak hanya Sumedang yang punya tahu sebagai kuliner khasnya. Masih di provinsi Jawa Barat, ada daerah lain yang juga punya tahu yang tak kalah nikmatnya. Daerah tersebut yakni Kabupaten Kuningan, salah satu kabupaten di ujung timur Jawa Barat.

Kabupaten Kuningan sendiri, berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten. Di sebelah selatan, berbatasan dengan kabupaten Ciamis. Sementara sebelah timur, berhadapan langsung dengan Brebes, salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Sedangkan ke barat, berbatasan dengan Majalengka dan Cirebon.

Sumber foto: faya-thinkbig.blogspot.co.id

Salah satu tetengger utama Kuningan, adalah gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini juga jadi salah satu gunung favorit para pencinta alam. Pada bulan Agustus, menjelang peringatan hari kemerdekaan, banyak yang mendaki gunung tersebut, untuk merayakan upacara hari kemerdekaan di puncaknya.

Menuju ke Kuningan sendiri, sekarang kian gampang dengan adanya jalan tol Cikampek-Palimanan atau yang terkenal dengan sebutan tol Cipali. Dari Jakarta, bisa langsung masuk tol Cikampek, bablas sampai keluar di Ciperna. Lalu keluar pintu tol, belok kanan ke arah jalan raya Cirebon-Kuningan.

Baca juga:  Kenangan yang Tertinggal di Empal Gentong Haji Apud

Jalan menuju kesana pun cukup mulus. Semua sudah berhotmix. Dari Ciperna untuk sampai ke kota Kuningan, hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam saja. Arus kendaraan pun tak terlalu padat. Enaknya lagi, jarang ada mobil-mobil besar seperti truk gandengan atau kontainer yang kerap membuat perjalanan tersendat.

Di Kuningan pun bertebaran tempat wisata yang mengasyikan. Kebanyakan wisata alam. Ya, Kuningan memang dikenal sebagai kabupaten yang punya alam yang indah. Bahkan Kata telah menasbihkan diri, sebagai kabupaten konservasi.

Kembali ke soal tahu. Tahu khas asal Kuningan, dikenal dengan sebutan tahu Lamping. Tapi, julukan paling tenarnya adalah tahu Kopeci. Kopeci itu sendiri merupakan singkatan dari Komplek Cikentrungan. Tapi ada juga yang menyebut, Kopeci tak lain dari kependekan Koperasi Pemuda Cikentrungan. Cikentrungan sendiri merujuk kepada tempat, dimana sentra pembuat tahu berada. Di Cikentrunganlah usaha tahu Kuningan mulai mulai menggeliat sekitar tahun 60-an.

Sumber foto: Titimangsa.com

Saya beberapa kali, pernah berkunjung ke Kuningan. Dan tak pernah lupa untuk mencicipi gurihnya tahu Kopeci. Salah satu sentra penjualan tahu Kopeci atau tahu Lamping Kuningan, terletak di pinggir ruas jalan arah Kuningan-Ciamis.

Jadi, jika mau kesana, dari pusat kota Kuningan, tinggal ambil jalan yang mengarah ke Waduk Darma. Waduk Darma juga adalah salah satu destinasi wisata alam andalan kabupaten Kuningan. Nah, sebelum tiba di Waduk Darma, tepatnya di sisi kiri dan kanan jalan akan terlihat jejeran kios-kios pembuat tahu. Penandanya cukup mencolok, yakni kuali besar tempat menggoreng tahu, dan juga tahu-tahu mentah siap goreng yang dipajang depan kios.

Sumber foto: Fajarnews.com

Ingin mencicipi tahu yang digoreng mendadak, tinggal berhenti saja di kios yang diinginkan. Lalu pesan. Pembuatnya akan sigap dan cekatan langsung menggorengnya. Saat tahu digoreng, wanginya sudah menguar, bikin perut keroncongan.

Baca juga:  Yuk, Intip Kamar Rahasia Pramugari Pesawat Penerbangan Jarak Jauh

Harganya pun cukup ramah kantong. Tak mahal. Bahkan bisa dikatakan murah meriah, menyehatkan dan nikmat. Harganya, hanya Rp 500 per biji. Soal rasa juga, boleh diadu dengan tahu Sumedang. Gurihnya tahu Kopeci Kuningan sangat terasa di lidah. Bahkan ada perbedaan mencolok antara tahu Kopeci Kuningan dengan tahu Sumedang. Perbedaan itu dari isi dalam tahu. Bila tahu Sumedang itu, dalamnya kopong, lain dengan tahu Kopeci Kuningan dimana isi dalam tahu, begitu padat. Tapi jangan khawatir, meski padat, namun lembut saat dikunyah.

Sementara kesamaannya, tahu Kopeci Kuningan bisa dimakan bersama cabe rawit, sambel atau saus pedas. Ya, sama seperti dengan tahu Sumedang. Tahu Kopeci juga bisa disantap bersama dengan lontong. Wadahnya pun hampir sama, keranjang dari anyaman bambu.

Agus Supriyatna
Hanya orang biasa. Tukang ngopi, tukang baca. Tukang nulis. Senang jalan.

Komentar kamu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita, Kuliner, Pernik
Baso A Fung, Jatuh Cinta di Santapan Pertama

Baso mungkin salah satu kuliner yang paling digemari di Indonesia. Bahkan ada yang bilang baso adalah kuliner sejuta umat, saking...

Close