Di halaman ini
Cibulan adalah pemandian air dingin di Desa Maniskidul, Kuningan, yang cocok untuk keluarga yang mencari wisata air singkat tanpa perjalanan panjang. Berbeda dengan Sangkanhurip yang memakai mata air panas, Cibulan menawarkan kolam alami dengan air dingin dan legenda ikan dewa yang menarik bagi anak.
Pemandian ini tercatat sebagai objek wisata di Sispárnas Kementerian Pariwisata dengan kategori pemandian alam atau wisata tirta, dan halamannya menyebut usia tempat ini sejak 1939. Angka tahun itu juga dikonfirmasi artikel DJKN Kemenkeu (KPKNL Cirebon) dan laman resmi Desa Maniskidul: Cibulan diresmikan pada 1939 oleh Bupati Kuningan saat itu, R.A.A. Mumahad Achmad. Laman desa menyebut tanggal peresmian 27 Agustus 1939, meski ejaan nama bupatinya berbeda (“R.A.A. Mohamand Achmad”).
Mengenal Cibulan: pemandian alam di kaki Ciremai
Cibulan berlokasi di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat — kawasan di lereng Gunung Ciremai yang dikenal dingin dan hijau. Menurut data Sispárnas Kementerian Pariwisata (dicek 26 Oktober 2026), pengelolaan tempat ini sudah berjalan sebagai objek wisata sejak 1939.
Yang membuat Cibulan berbeda dari pemandian buatan adalah kolamnya yang alami dan penghuni berupa ikan dewa yang dikenal warga sebagai Kancra Bodas. Menurut artikel DJKN Kemenkeu dan Indonesia Kaya (dicek 26 Oktober 2026), ikan dewa adalah jenis karper (Cyprinus carpio) berwarna abu-abu kehitaman yang dianggap sakral. Cerita yang berkembang menyebut ikan-ikan ini berasal dari prajurit yang dikutuk menjadi ikan pada masa Prabu Siliwangi — legenda yang selalu jadi bahan cerita menarik untuk anak-anak selama berenang.
Menurut Indonesia Kaya (dicek 26 Oktober 2026), air Cibulan juga dimanfaatkan sebagai sumber air bersih untuk warga sekitar, termasuk oleh PDAM setempat. Laman resmi Desa Maniskidul merinci dua kolam utama: kolam pertama berukuran 35×15 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter, dan kolam kedua 45×15 meter yang dibagi dua bagian dengan kedalaman sekitar 60 cm dan 120 cm. Karena angka berasal dari tulisan beberapa tahun lalu, kedalaman sebaiknya dicek ulang di lokasi (lihat bagian sumber di bawah).
Aktivitas yang wajar untuk keluarga
Kegiatan utama di Cibulan sederhana: berenang dan bermain air di kolam alami sambil mengamati ikan dewa yang berenang di sekitar pengunjung. Anak-anak yang belum percaya diri berenang bisa bermain di tepian kolam yang lebih dangkal, sambil tetap dalam pengawasan orang tua.
Selain berenang, area pemandian ini kerap dipakai untuk piknik ringan keluarga. Ada penyedia makanan dan minuman yang tercatat di data Sispárnas, sehingga tidak perlu membawa bekal dalam jumlah besar. Tetapi untuk keluarga dengan anak kecil, membawa bekal tambahan, pakaian ganti, handuk, dan sandal khusus area basah tetap disarankan agar kunjungan lebih nyaman.
Tiket, jam buka, dan cara pembayaran
Menurut data Sispárnas Kementerian Pariwisata (dicek 26 Oktober 2026):
- Jam operasional: 08.00–17.00 WIB, berlaku untuk hari kerja dan akhir pekan.
- Tiket masuk: Rp20.000 pada hari kerja dan Rp25.000 pada akhir pekan.
- Pembayaran: tunai, serta debit, transfer, QRIS, dan EDC.
- Pemesanan: dilakukan langsung di lokasi; tersedia juga paket wisata.
Harga dan jam buka bisa berubah sewaktu-waktu, jadi pastikan memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat, misalnya lewat kanal resmi pengelola atau Sispárnas.
Akses dan transportasi
Dari Kota Cirebon, Cibulan dijangkau dengan berkendara ke arah Kuningan melalui jalur Cilimus–Jalaksana; menurut laman resmi Desa Maniskidul, jaraknya sekitar 28 km dari Kota Cirebon dan sekitar 7 km dari Kota Kuningan. Dari Jakarta, perjalanan darat bisa ditempuh lewat Tol Cipali dengan keluar di pintu tol menuju Cirebon, lalu dilanjutkan ke arah Kuningan. Karena perjalanan dari kota besar memakan waktu beberapa jam, Cibulan paling pas dimasukkan dalam rangkaian perjalanan ke Kuningan, bukan sebagai tujuan tunggal dari Jakarta.
Objek wisata ini punya area parkir untuk motor, mobil, dan bus, sehingga aman untuk keluarga yang datang dengan mobil pribadi atau rombongan kecil.
Fasilitas dan aksesibilitas untuk keluarga
Data Sispárnas (dicek 26 Oktober 2026) mencatat fasilitas berikut di Cibulan:
- 15 toilet umum;
- pusat informasi dan tempat ibadah;
- delapan penyedia makanan dan minuman;
- area parkir untuk motor, mobil, dan bus;
- jalur evakuasi serta asuransi pengunjung.
Yang perlu diperhatikan: menurut data yang sama, belum ada toilet khusus disabilitas dan lansia. Keluarga yang membawa orang tua atau penyandang disabilitas sebaiknya mengantisipasi hal ini sejak awal. Kondisi fasilitas terkini bisa berbeda dari catatan tersebut, jadi tidak ada salahnya menanyakannya lewat pusat informasi di lokasi.
Tips berenang di Cibulan bersama anak
- Awasi anak terus-menerus. Kedalaman kolam perlu dipastikan langsung di lokasi; menurut artikel DJKN Kemenkeu dan laman resmi Desa Maniskidul, terdapat kolam dengan kedalaman sekitar 2 meter dan kolam lain yang lebih dangkal (sekitar 60–120 cm). Angka ini berasal dari tulisan beberapa tahun lalu, jadi periksa kondisi terbaru di lokasi.
- Datang pagi. Jam buka dari pukul 08.00, dan udara kawasan Jalaksana cenderung dingin. Berenang di pagi hari membuat anak lebih nyaman sebelum matahari terik.
- Siapkan untuk air dingin. Suhu air yang dingin bisa membuat anak menggigil; sediakan handuk dan pakaian hangat untuk dipakai setelah berenang.
- Hormati kepercayaan warga. Ikan dewa dianggap sakral dan tidak boleh ditangkap atau diganggu. Ajarkan anak mengamati ikan dari jarak dekat tanpa menyentuhnya.
- Bawa perlengkapan sendiri. Pakaian ganti, sandal, sunblock, dan air minum untuk keluarga sebaiknya disiapkan dari rumah agar tidak bergantung pada warung di lokasi.
Menggabungkan Cibulan dengan tujuan lain di Kuningan
Cibulan paling praktis dikombinasikan dengan destinasi lain di Kuningan dalam satu hari. Setelah berenang, keluarga bisa singgah ke Sangkanhurip yang menawarkan pemandian air panas — pas untuk menghangatkan badan setelah bermain air dingin. Perjalanan juga bisa dilengkapi dengan mencicipi tape ketan Kuningan atau mampir mencoba tahu Kuningan sebagai oleh-oleh.
Jika rencana keluarga menginap, baca dulu panduan memilih penginapan ramah anak agar tempat menginap sesuai kebutuhan anak kecil.
Pertanyaan sebelum berkunjung
Jam berapa Cibulan dibuka? Menurut data Sispárnas Kementerian Pariwisata (dicek 26 Oktober 2026), Cibulan buka pukul 08.00–17.00 WIB setiap hari, termasuk akhir pekan.
Berapa tiket masuknya? Sesuai data yang sama, tiket Rp20.000 pada hari kerja dan Rp25.000 pada akhir pekan. Harga bisa berubah, jadi periksa informasi terbaru sebelum berangkat.
Apakah ada kolam yang aman untuk anak? Menurut artikel DJKN Kemenkeu dan laman resmi Desa Maniskidul (dicek 26 Oktober 2026), ada kolam dangkal berkisar 60–120 cm di samping kolam yang lebih dalam (sekitar 2 meter). Kondisi terkini sebaiknya dikonfirmasi langsung di lokasi.
Apakah ramah untuk penyandang disabilitas atau lansia? Data Sispárnas mencatat belum ada toilet khusus disabilitas dan lansia, meskipun tersedia jalur evakuasi dan pusat informasi. Rencanakan kunjungan dengan antisipasi tambahan bila membawa pengunjung dengan mobilitas terbatas.
Bisa bayar non-tunai? Bisa. Menurut data Sispárnas, pembayaran diterima secara tunai maupun non-tunai (debit, transfer, QRIS, EDC).
Penutup
Cibulan adalah pilihan wisata air yang sederhana namun berkesan untuk keluarga: kolam alami, udara dingin khas lereng Ciremai, dan cerita ikan dewa yang selalu jadi bahan obrolan anak sepulang berenang. Dengan tiket yang terjangkau dan waktu kunjungan yang singkat, Cibulan mudah dimasukkan ke dalam perjalanan keluarga ke Kuningan, sebelum atau sesudah mampir ke Sangkanhurip dan berburu kuliner khas tape ketan.
Kredit foto
Foto: Raden Abdurrahman/Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0 (diambil 25 Juli 2010). Foto stok pihak ketiga yang bersifat ilustratif, bukan dokumentasi kunjungan JalanBareng.
Sumber dan catatan verifikasi
- Sispárnas Kementerian Pariwisata, halaman atraksi “Cibulan” (dicek 26 Oktober 2026). Sumber utama untuk lokasi, jam operasional, tiket, fasilitas, dan pembayaran.
- DJKN Kemenkeu (KPKNL Cirebon), artikel “Berenang Bersama Ikan Dewa – Cibulan” (dicek 26 Oktober 2026). Sumber untuk sejarah peresmian 1939, legenda ikan dewa, dan kedalaman kolam.
- Indonesia Kaya, “Berenang Bersama Ikan Dewa di Pemandian Cibulan” (dicek 26 Oktober 2026). Sumber untuk tanggal peresmian 27 Agustus 1939, legenda prajurit yang dikutuk, dan pemanfaatan air Cibulan sebagai sumber air bersih (PDAM); catatan: tulisan lama, angka dapat berubah.
- Laman resmi Desa Maniskidul, “Obyek Wisata Cibulan” (dicek 26 Oktober 2026). Sumber desa untuk dimensi dan kedalaman kolam, jarak dari Kota Kuningan dan Kota Cirebon, serta legenda ikan dewa dan Tujuh Sumur.
Catatan kesegaran: tiket, jam buka, dan fasilitas merupakan data per 26 Oktober 2026. Untuk perubahan terbaru, periksa Sispárnas atau kanal resmi pengelola sebelum berkunjung. Dimensi dan kedalaman kolam berasal dari DJKN Kemenkeu dan laman Desa Maniskidul yang ditulis bertahun-tahun lalu; angka itu belum diverifikasi ulang secara langsung di lokasi.