Mabuk Perjalanan pada Anak dan Dewasa: Pencegahan dan Penanganan
Mabuk perjalanan membuat liburan keluarga terasa berat: anak rewel dan muntah di jalan, orang tua pusing di bus atau kapal, dan rencana hari itu bisa batal hanya karena satu gejala. Kabar baiknya, mabuk perjalanan bukan kondisi yang harus sekadar ditahan. Sebagian besar kasusnya bisa dikurangi jauh sebelum gejala muncul — dengan penempatan duduk yang tepat, pengaturan makan, jeda perjalanan, dan penanganan dini saat tanda-tandanya mulai terasa.
Artikel ini meremajakan tulisan terbitan 16 Januari 2020. Seluruh penjelasannya disusun ulang dan diperiksa terhadap sumber kesehatan yang dapat ditelusuri (tanggal pemeriksaan dicatat di bagian akhir), bukan berdasarkan pengalaman pribadi penulis.
Mengapa Mabuk Perjalanan Terjadi
Mabuk perjalanan (motion sickness) muncul karena adanya konflik sinyal di tubuh. Otak membaca pergerakan dari beberapa sumber sekaligus: telinga bagian dalam yang mengatur keseimbangan, mata, serta otot dan sendi. Ketika sinyal-sinyal itu tidak cocok satu sama lain — misalnya mata fokus pada layar ponsel yang diam sementara telinga bagian dalam merasakan guncangan bus — otak bisa merespons dengan rasa mual.
Gejalanya bisa datang mendadak dan bervariasi dari orang ke orang:
- pusing atau rasa melayang
- mual, hingga muntah
- sakit kepala
- badan terasa dingin, pucat, dan berkeringat
- rasa tidak nyaman di perut (queasy)
Mabuk perjalanan paling sering muncul saat bergerak dengan mobil, bus, kereta, kapal, dan pesawat. Di antara semua moda itu, MedlinePlus mencatat kapal (perahu) sebagai pemicu yang paling umum.
Siapa yang Lebih Mudah Mabuk
Siapa pun bisa mabuk perjalanan, tetapi beberapa kelompok lebih rentan:
- Anak-anak. CDC mencatat mabuk perjalanan lebih sering terjadi pada anak usia 2 sampai 12 tahun.
- Ibu hamil. MedlinePlus menyebut mabuk perjalanan lebih umum pada anak-anak, perempuan hamil, dan orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu.
- Orang yang membaca atau menatap layar saat kendaraan bergerak. MedlinePlus memberi contoh konkretnya: jika Anda membaca ponsel di dalam bus, mata fokus pada sesuatu yang diam sementara telinga bagian dalam merasakan gerakan. Ketidakcocokan sinyal inilah yang memicu gejala.
Jika anak sering mabuk, informasi ini berguna juga untuk persiapan kesehatan keluarga sebelum berangkat: baca panduan persiapan kesehatan anak saat traveling.
Pencegahan Mulai Sebelum Berangkat
Beberapa langkah sederhana jauh hari dan sesaat sebelum jalan bisa mengurangi risiko:
- Jangan biarkan perut kosong, jangan pula kekenyangan. Perut kosong memicu mual, dan perut penuh berlebihan terganggu oleh goyangan. CDC menyarankan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering selama perjalanan.
- Hindari pemicu dari makanan. NHS menyarankan menghindari makanan berat dan pedas serta alkohol sebelum dan selama perjalanan. CDC menyarankan menjaga kecukupan cairan sekaligus membatasi minuman beralkohol dan berkafein.
- Tidur yang cukup. CDC memasukkan tidur sebagai salah satu cara meredakan gejala saat di jalan; sebelum berangkat, pastikan anak sudah cukup istirahat agar perjalanan tidak menambah rewel. Untuk rute malam atau lintas zona waktu, atur tidur anak lebih awal lewat panduan mengelola tidur dan jet lag anak.
- Siapkan bekal yang tepat untuk anak. Untuk perjalanan bersama anak, pilih bekal yang ringan dan tidak terlalu beraroma tajam — lihat panduan bekal makanan anak untuk perjalanan jauh.

Posisi Duduk per Moda: Detail Kecil yang Berpengaruh
Lokasi duduk menentukan seberapa besar guncangan yang dirasakan dan seberapa mudah mata mendapat rujukan kejernihan. Rekomendasi yang konsisten di CDC, NHS, dan MedlinePlus:
- Mobil. Duduk di kursi depan, sebisa mungkin sebagai penumpang di samping pengemudi, dan arahkan pandangan ke jalan jauh di depan. Hindari aktivitas membaca dan layar.
- Bus. Pilih kursi di bagian depan bus. Untuk perjalanan AKAP bersama anak, atur juga kursi, waktu istirahat, dan barang bawaan lewat panduan naik bus AKAP jarak jauh bersama anak.
- Kereta. MedlinePlus menyarankan gerbong-gerbong bagian depan, yang umumnya mengalami guncangan lebih halus. Manfaatkan jendela untuk memandang jauh.
- Kapal. Ini moda dengan pemicu paling umum. NHS menyarankan posisi di bagian tengah kapal, sementara MedlinePlus menyebut geladak atas bisa memberi sensasi yang lebih nyaman sekaligus pandangan ke cakrawala.
- Pesawat. CDC menyarankan kursi dekat jendela, dan MedlinePlus menambahkan kursi di area sayap umumnya memberi rasa lebih stabil. Untuk keluarga, sesuaikan pilihan kursi dengan kebutuhan anak lewat panduan memilih kursi pesawat untuk keluarga.
Saat Gejala Mulai Muncul: Pertolongan Tanpa Obat
Begitu tanda mabuk muncul, bertindak cepat bisa mencegah gejala memburuk. Kombinasi langkah berikut dirangkum dari NHS dan CDC:
- Kurangi gerakan dan cari titik acuan. Tatap lurus ke depan ke objek yang tetap, misalnya garis cakrawala. Jangan lagi membaca atau menatap layar.
- Dapatkan udara segar. Buka jendela mobil atau keluar ke dek kapal bila memungkinkan.
- Pejamkan mata dan tarik napas pelan. Ini membantu meredakan konflik sensorik sementara.
- Berhenti sejenak. CDC mencatat berhenti dari pergerakan sering membantu meredakan gejala; untuk perjalanan darat panjang, jadwalkan perhentian secara sengaja lewat checklist jeda perjalanan darat bersama anak.
- Alihkan perhatian, terutama pada anak. NHS menyarankan mengajak anak mengobrol, mendengarkan musik, atau menyanyi bersama.
- Coba jahe. NHS menyebut jahe — dalam bentuk tablet, biskuit, atau teh — sebagai salah satu yang bisa dicoba untuk meringankan gejala; CDC seirama dengan menyebut permen rasa jahe sebagai salah satu pilihan.
Sebaliknya, ada hal yang justru memperburuk: menatap objek yang bergerak-gerak di sekitar, makan berat sebelum jalan, dan naik wahana di taman hiburan saat tubuh sudah merasa tidak enak.
Praktik Khusus untuk Perjalanan Bersama Anak
Karena anak usia 2–12 tahun adalah kelompok paling rentan, strategi di atas perlu sedikit penyesuaian:
- Letakkan anak pada posisi duduk paling stabil sesuai moda (depan pada mobil dan bus, dekat jendela pada pesawat, gerbong depan pada kereta) — bukan di tengah guncangan.
- Sediakan kantong muntah, tisu, dan ganti pakaian di tas yang mudah dijangkau, bukan di bagasi.
- Ajak anak memandang keluar lewat aktivitas sederhana: cari nomor polisi berwarna tertentu, hitung bridge, atau nyanyikan lagu favorit bersama.
- Berhenti lebih sering dari perkiraan Anda. Pada rute darat, jeda berkala memberi kesempatan anak turun, minum, dan menghirup udara terbuka.
- Jangan memaksa anak makan besar sebelum jalan; tawarkan camilan kecil berulang kali.
- Bila anak memakai kursi khusus, pastikan pemasangannya benar — kenyamanan duduknya menentukan juga pandangan dan kegoncangan yang dirasakan.
Kapan Obat Diperlukan, dan Bagaimana Bersikap Aman
Perubahan strategi perilaku biasanya menjadi langkah pertama. Jika mabuk sering menghambat perjalanan atau rencana rute Anda penuh medan berguncang, obat dapat menjadi pilihan — tetapi dengan prinsip berikut:
- Konsultasikan dulu, jangan menakar sendiri. CDC menegaskan obat mabuk perjalanan lazim menyebabkan kantuk, sehingga perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan — apalagi bila Anda sedang mengonsumsi obat lain. Apoteker dapat membantu memilihkan sediaan yang cocok untuk Anda atau anak Anda.
- Pahami jenis yang umum. CDC menyebut obat yang lazim digunakan untuk mencegah atau mengatasi mabuk perjalanan meliputi diphenhydramine, dimenhydrinate, dan scopolamine (sediaan yang tersedia di Indonesia bisa berbeda; tanyakan pada apoteker). Sebagian obat tidak direkomendasikan untuk anak. Dosis tidak bisa disamaratakan — selalu ikuti anjuran pada kemasan atau petunjuk dokter.
- Untuk anak, waspadai reaksi terbalik. CDC mengingatkan bahwa pada sebagian anak, obat mabuk justru menimbulkan efek sebaliknya: anak menjadi sangat aktif. Dokter dapat menyarankan dosis uji (test dose) terlebih dahulu sebelum perjalanan.
- Koyo dan gelang akupresur. NHS menyebut koyo umumnya untuk dewasa dan anak di atas 10 tahun, serta catatan penting: gelang akupresur tidak cocok untuk semua orang.
- Ibu hamil sebaiknya berbicara dengan dokter atau bidan sebelum memakai obat apa pun untuk mabuk perjalanan.
Artikel ini tidak menggantikan nasihat tenaga kesehatan profesional. Informasi dosis yang tepat hanya berasal dari kemasan obat, apoteker, atau dokter Anda.
Tanda Bahaya: Kapan Harus ke Tenaga Medis
Gejala mabuk perjalanan umumnya membaik saat Anda berhenti dari gerakan pemicunya — CDC mencatat berhenti sejenak dari perjalanan sering membantu meredakan gejala. Namun muntah yang terus-menerus bisa berkembang menjadi dehidrasi. NHS mencatat dehidrasi lebih mudah terjadi pada orang yang sedang sakit atau diare, terlalu lama terpapar panas, dan banyak berkeringat — kondisi yang relevan dengan perjalanan di iklim panas Indonesia. NHS juga menempatkan beberapa pertanda sebagai tanda yang butuh penanganan medis segera:
- sangat lemas atau mengantuk berat (pada anak tampak mengantuk tidak biasa)
- pusing saat berdiri dan tidak hilang-hilang
- urine berwarna kuning tua atau buang air kecil jauh lebih jarang dari biasa (pada bayi: lebih sedikit popok basah)
- napas cepat atau denyut jantung cepat
- anak menangis dengan sedikit atau tanpa air mata
- pada bayi: ubun-ubun tampak cekung
Jika tanda-tanda itu muncul — terutama setelah muntah hebat atau diare selama perjalanan — jangan menunggu sampai tiba di tujuan. Hubungi dokter atau bawa ke IGD terdekat. Untuk pencegahan, NHS menyarankan mengganti cairan, gula, dan garam yang hilang lewat minum teratur dan, bila perlu, larutan rehidrasi oral (oralit) yang direkomendasikan apoteker — bubuk yang dilarutkan dengan air. Simpan oralit dan air minum dalam jangkauan tangan selama di jalan, sejalan dengan isi kit P3K perjalanan keluarga.
Untuk kereta jarak jauh — moda dengan risiko mabuk yang lebih rendah tetapi waktu diam di kursi lebih panjang — panduan tips tidak bosan di kereta dan panduan naik kereta jarak jauh bersama anak bisa melengkapi persiapan.

Pertanyaan yang Sering Muncul
Kenapa membaca atau menatap layar di perjalanan bikin mual? Karena otak menerima sinyal yang bertentangan: mata melihat objek yang diam sementara telinga bagian dalam merasakan gerakan kendaraan. MedlinePlus memakai contoh membaca ponsel di dalam bus untuk menjelaskan hal ini. Itulah sebabnya saran pertama hampir semua panduan adalah memandang jauh ke depan, bukan menatap layar.
Apakah anak akan sembuh sendiri dari mabuk perjalanan? Sumber yang kami periksa tidak memberikan jaminan usia tertentu. Yang jelas, kerentanan tertinggi ada pada rentang 2–12 tahun menurut CDC, dan langkah non-obat di atas layak dicoba sebagai penanganan pertama sebelum berbicara soal obat.
Berapa lama mabuk perjalanan berlangsung? Sumber-sumber yang kami periksa tidak menetapkan durasi baku, sehingga patokan praktis yang paling aman dipakai: segera lakukan langkah tanpa obat di atas begitu gejala muncul, dan beristirahat setelah perjalanan selesai (CDC mencatat berhenti sejenak sering membantu meredakan gejala). Bila gejala tidak juga membaik setelah istirahat, atau anak tidak mau minum dan tanda dehidrasi muncul, hubungi tenaga medis.
Apakah jahe benar-benar membantu? Jahe tercatat dalam NHS dan CDC sebagai salah satu hal yang bisa dicoba untuk meringankan atau mencegah gejala — termasuk sebagai permen jahe saat di jalan. Reaksi tiap orang berbeda; jahe bukan pengganti konsultasi bila anak memerlukan obat.
Sumber dan Catatan Pemeriksaan
Informasi di halaman ini dirangkum dari sumber kesehatan publik berikut, diperiksa pada 4 Oktober 2026, 18.00 WIB. Catatan kebaruan: halaman NHS untuk mabuk perjalanan bertanda ditinjau terakhir 19 Juni 2023 dengan peninjauan berikutnya dijadwalkan 19 Juni 2026 — jadwal itu sudah lewat saat artikel ini diperbarui, sehingga detail halaman tersebut perlu diverifikasi ulang pada peninjauan berikutnya. Artikel ini tidak menggantikan konsultasi tenaga kesehatan.
- CDC Travelers' Health — Motion Sickness — ditinjau terakhir 28 Januari 2022 (kelompok rentan anak 2–12, strategi tanpa obat, prinsip obat dan dosis uji, efek paradoksal pada anak).
- NHS — Motion Sickness — ditinjau terakhir 19 Juni 2023 (penyebab konflik sensorik, langkah Do/Don’t, peran apoteker, sediaan koyo dan gelang akupresur).
- NHS — Dehydration — ditinjau terakhir 1 Mei 2026 (tanda dehidrasi dan kapan mencari pertolongan darurat).
- MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) — Motion Sickness — diperbarui 23 September 2024 (penjelasan otak, kelompok rentan termasuk ibu hamil, posisi duduk per moda).
Catatan untuk redaksi: beberapa sumber yang dicari sebagai pendukung (StatPearls via NCBI, Yellow Book CDC edisi 2024, halaman KidsHealth untuk car sickness) tidak berhasil diakses lengkap saat penulisan dan tidak dipakai sebagai rujukan — dicatat di body PR. Foto-foto insersi adalah stok lama dari artikel 2020; penggantinya (termasuk ilustrasi yang relevan untuk sub-bagian anak) dikoordinasikan dengan jalanbareng-designer dan bukan klaim pengalaman dokumenter.
Related Posts
Tips Wisata Kuliner Saat Traveling
Traveling saat liburan memang sangat mengasyikan. Namun traveling belum lengkap jika tidak berburu wisata kuliner saat traveling. Dengan berburu wisata kuliner Anda dapat mencicipi makanan khas daerah langsung di daerah tersebut.
Baca selengkapnyaLiburan Akhir Tahun? Simak Tips dan Trik Traveling berikut ini
Berhenti dan keluar sejenak dari semua rutinitas harian yang membosankan adalah keputusan yang tepat. Dengan Traveling dapat me-refresh dan mengurangi stress otak Anda.
Baca selengkapnyaManfaatkan Semua Promo Untuk Travelling Low Budget
Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Apakah Anda sudah menentukan tujuan untuk merayakan liburan akhir tahun? Apakah semua semuanya sudah dipersiapkan termasuk budget?
Baca selengkapnya