Taman Rimba Jambi: Panduan Keluarga ke Kebun Binatang Kota Jambi

Taman Rimba (kadang ditulis Taman Rimbo dalam bahasa Jambi) adalah satu-satunya kebun binatang di Kota Jambi, dan sampai sekarang tetap menjadi jawaban pertama ketika orang ditanya bisa melihat satwa di mana di kota ini. Lokalnya berada di Jalan Sunaryo, Kecamatan Jambi Selatan, tidak jauh dari Bandara Sultan Thaha. Menurut informasi resmi Pemerintah Provinsi Jambi, jaraknya sekitar 5,8 kilometer dari pusat kota dengan waktu tempuh kira-kira 15 menit berkendara.

Artikel ini meremajakan tulisan terbitan 2019 dengan kondisi terkini: harga tiket, jam operasional, koleksi satwa terbaru, serta satu hal penting yang belum ada saat tulisan pertama dibuat — rencana pemindahan kebun binatang ini ke lokasi baru. Kalau Anda merencanakan akhir pekan bersama anak di Kota Jambi, informasi terakhir ini sebaiknya dibaca sampai selesai.

Sekilas tentang Taman Rimba

Taman Rimba berdiri sejak awal era 1980-an dan dikelola sebagai taman konservasi sekaligus taman rekreasi. Konsep gandanya adalah kekuatan utamanya: anak-anak bisa melihat satwa, sementara orang tua punya ruang untuk bersantai. Kawasan ini mencakup sekitar 10 hektar menurut data resmi Pemprov Jambi, dengan kandang dan area terbuka yang dirancang menyerupai habitat asal satwanya.

Kini pengelolaannya berada di bawah struktur pemerintah provinsi melalui UPTD Taman Rimba, di bawah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi.

Koleksi satwa dan penghuni baru

Koleksi Taman Rimba mencakup satwa khas Sumatera dan fauna dari daerah lain. Berdasarkan laporan peresmian penghuni baru pada Oktober 2025, jumlah koleksi tercatat sekitar 214 ekor, antara lain:

  • Gajah Sumatera, tapir, berbagai primata, dan reptil seperti buaya, ular, dan kura-kura.
  • Satwa dilindungi seperti beruang madu (oleh warga setempat sering disebut beruang hitam) dan orang utan.
  • Aneka burung — rangkong, pelikan, kasuari, rajawali, bangau — ditempatkan di bangunan kaca setengah lingkaran yang berfungsi seperti sangkar raksasa. Bentuknya mudah dikenali dari jalan dan menjadi salah satu spot favorit anak-anak.
  • Penghuni baru (Oktober 2025): seekor harimau Benggala putih jantan (didatangkan dari sebuah lembaga konservasi di Bandung) dan singa putih Afrika jantan (dari kawasan wisata satwa di Jakarta). Peresmian dilakukan Wakil Gubernur Jambi dan disebut sebagai magnet baru wisata edukasi kota.

Selain satwa, ada miniatur rumah adat dari kabupaten-kota di Jambi yang tersebar di area taman. Bagian ini yang membuat Taman Rimba terasa seperti “Taman Mini” versi kecil: selain mengenal fauna, anak-anak bisa melihat bentuk rumah tradisional daerah sendiri dan daerah tetangga, sambil menjadi area foto keluarga yang nyaman di sore hari.

Untuk konsep kunjungan edukasi yang lebih terstruktur — misalnya memilih kebun binatang berdasarkan usia anak — baca juga panduan memilih wisata ramah anak.

Harga tiket dan jam buka (per September 2026)

Berdasarkan informasi resmi Pemprov Jambi, tarif masuk Taman Rimba:

Kategori Tarif
Dewasa Rp12.000
Anak-anak Rp6.000

Taman Rimba buka setiap hari, pukul 08.30–16.30 WIB. Tarif dan jam operasional objek wisata daerah dapat berubah, terutama di masa transisi pengelolaan, jadi pastikan mengecek informasi terbaru sebelum berangkat.

Dengan harga tiket segitu, Taman Rimba termasuk destinasi keluarga yang sangat terjangkau. Kalau bepergian membawa balita, membawa bekal makanan dan minuman sendiri tetap praktis — lihat panduan bekal makanan anak untuk perjalanan.

Lokasi dan cara menuju ke sana

Taman Rimba berada di Jalan Sunaryo, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi — di kawasan sekitar Danau Sipin. Opsi perjalanan:

  • Kendaraan pribadi atau sewa: dari pusat kota jaraknya sekitar 5,8 km; rute umum melewati koridor Jalan Jenderal Sudirman ke arah Jambi Selatan. Waktu tempuh normal sekitar 15 menit, bisa lebih lama pada jam sibuk atau akhir pekan.
  • Angkot: transportasi umum kota masih tersedia ke arah kawasan Jambi Selatan, meski frekuensinya terbatas; untuk keluarga dengan anak kecil, ojek online atau taksi online biasanya lebih praktis.
  • Dari bandara: lokasi Taman Rimba hanya sekitar 500 meter dari area Bandara Sultan Thaha, sehingga cocok diisi pada hari keberangkatan atau kedatangan. Kedekatan dengan bandara ini juga menjadi salah satu alasan pemerintah mempertimbangkan pemindahan (lihat bagian berikutnya).

Rencana pemindahan ke Sungai Gelam: perlu diketahui sebelum berkunjung

Sejak Mei 2025, Pemerintah Provinsi Jambi mengumumkan rencana memindahkan Kebun Binatang Taman Rimba dari pusat Kota Jambi ke Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Alasan yang disampaikan Gubernur Jambi: lokasi lama berada di tengah kota, dekat permukiman dan bandara, sehingga kebisingan dinilai mengganggu kenyamanan satwa dan lahannya tidak lagi memungkinkan pengembangan.

Di lokasi baru, kebun binatang direncanakan berkembang menjadi kawasan wisata terpadu berdampingan dengan lapangan golf, dengan lahan yang jauh lebih luas sehingga kandang bisa lebih alami dan fasilitas pengunjung (parkir, area edukasi) lebih lengkap. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana ini.

Apa artinya untuk wisatawan saat ini? Taman Rimba di Jalan Sunaryo masih beroperasi di lokasi lamanya, dan sampai informasi terakhir kami periksa belum ada pengumuman resmi bahwa pemindahan sudah dieksekusi. Namun rencana seperti ini bisa bergerak cepat, jadi sebelum berangkat sebaiknya konfirmasi status lokasi melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi Jambi atau media lokal Jambi, dan perlakukan detail alamat serta tarif di artikel ini sebagai kondisi yang masih bisa berubah.

Tips berkunjung bersama anak

  1. Pagi sampai menjelang siang adalah waktu terbaik. Satwa umumnya lebih aktif, cahaya masih nyaman untuk foto, dan Anda belum bertemu puncak kunjungan sore. Ingat juga kebun binatang tutup pukul 16.30.
  2. Pakai sepatu tertutup dan bawa topi. Jalur antar-kandang sebagian besar terbuka; pada musim hujan beberapa bagian bisa becek.
  3. Atur antisipasi anak di area predator. Kandang harimau, singa, dan beruang menarik sekaligus menegangkan bagi anak kecil. Tetap pegang tangan anak di pagar pembatas dan jangan memaksakan kalau anak takut. Secara umum, ikuti prinsip menjaga anak tetap aman di tempat wisata ramai.
  4. Jangan memberi makan satwa dan hindari memancing satwa dengan makanan dari bekal Anda. Aturan rinci soal cuci tangan, batasan usia anak, dan pemilihan tempat interaksi disampaikan di panduan wisata satwa bersama anak.
  5. Gabungkan dengan destinasi kota lain. Taman Rimba pas dipasangkan dengan wisata dalam kota seperti Kompleks Candi Muara Jambi yang berjarak sekitar setengah jam ke arah Muaro Sebapo, atau santai di tepian Danau Sipin.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Taman Rimba cocok untuk balita? Cocok, dengan catatan jalur relatif datar dan bisa dilalui stroller di sebagian besar area. Area luas sehingga sebaiknya membawa stroller untuk anak yang belum kuat berjalan jauh, atau memilih jam kunjungan pendek 2–3 jam.

Berapa lama sebaiknya berada di Taman Rimba? Untuk keluarga dengan anak, rata-rata 2–3 jam sudah cukup untuk menikmati satwa, area burung, dan miniatur rumah adat tanpa terburu-buru.

Apakah ada hewan yang bisa disentuh atau diberi makan langsung? Ketersediaan program pemberian pakan tergantung kebijakan dan jadwal petugas pada hari kunjungan, dan tidak selalu diumumkan di kanal resmi. Tanyakan di loket saat datang; jangan memberi makan sendiri di luar arahan petugas.

Apakah alamat dan tiket di artikel ini masih berlaku? Semua angka di artikel ini merujuk pada informasi per September 2026. Karena ada rencana pemindahan lokasi ke Sungai Gelam dan pengelolaan di bawah UPTD baru, status operasional, lokasi, tarif, dan koleksi bisa berubah — konfirmasi sebelum berangkat.

Sumber dan tanggal pemeriksaan

Informasi lokasi, jarak dari pusat kota, luas kawasan, tarif tiket (Rp12.000 dewasa, Rp6.000 anak), dan jam operasional (08.30–16.30 WIB) diperiksa pada 22 September 2026 dari halaman wisata edukasi Taman Rimbo Jambi di portal resmi Pemerintah Provinsi Jambi (pembaruan terakhir April 2026). Jumlah koleksi sekitar 214 ekor serta kehadiran harimau Benggala putih dan singa putih Afrika (diresmikan Oktober 2025) diperiksa dari laporan JambiLINK. Rencana pemindahan ke Kecamatan Sungai Gelam dan alasannya diperiksa dari pemberitaan Voice of Jambi (Mei 2025) dan dukungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dari Laman Jambi (Juni 2025). Lokasi Jalan Sunaryo, Jambi Selatan, dan karakter kawasan diperiksa dari tulisan asli terbitan 2019 serta pemberitaan Kompas (2023). Kondisi operasional, tarif, fasilitas, dan status pemindahan tetap perlu dikonfirmasi langsung sebelum perjalanan.

comments powered by Disqus

Related Posts

Ayam Betutu Bali: Varian Kukus dan Bakar serta Tips Keluarga

Ayam betutu adalah salah satu hidangan yang paling identik dengan Bali: ayam yang dibumbui base genep — bumbu lengkap khas Bali — lalu dimasak lama sampai dagingnya empuk dan bumbunya meresap.

Baca selengkapnya

Bau Nyale Lombok: Panduan Tradisi Menangkap Nyale di Pantai Seger

Bau Nyale adalah tradisi tahunan masyarakat Lombok untuk menangkap cacing laut (nyale) di pesisir selatan pulau. Pada edisi 2026, ribuan pengunjung berbondong-bondong ke Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, untuk menanti momen puncaknya yang terjadi pada dini hari.

Baca selengkapnya

4 Pintu Tanjung Puting Ditutup untuk Wisata karena Karhutla

Taman Nasional Tanjung Puting menutup sementara empat pintu masuk wisatanya mulai Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB. Penutupan berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut karena kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung di kawasan konservasi di Kalimantan Tengah.

Baca selengkapnya