Lewati ke konten utama
BARUEmpat daftar periksa perjalanan keluarga sudah tersedia. Lihat daftar periksa →
Penunggang kuda Pasola membawa sepasang lembing kayu sambil melintasi arena berumput berair di Sumba (2014).

Pasola Sumba Barat Daya: Festival Berkuda dan Cara Menyaksikannya

Pasola adalah tradisi adu ketangkasan berkuda yang digelar setiap tahun di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Dua kubu penunggang kuda bersenjata lembing kayu saling berhadapan di arena, sementara warga menyaksikannya dari tepi lapangan. Menurut Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya, kegiatan ini digelar setiap tahun, biasanya pada Februari hingga Maret, di enam lokasi yang tercatat dalam jadwal resmi.

Jadwalnya tidak bisa dipastikan sejak jauh hari. Tanggal Pasola ditetapkan lewat musyawarah adat (Rato Nyale) dan bervariasi setiap tahun, jadi keluarga yang berencana datang perlu memantau pengumuman resmi, bukan sekadar mengandalkan tanggal tahun lalu.

Artikel ini merangkum apa itu Pasola, kapan dan di mana biasanya digelar, serta hal-hal praktis yang perlu disiapkan, terutama bila Anda berencana menyaksikannya bersama anak.

Apa itu Pasola

Pasola merupakan adu ketangkasan berkuda di mana para penunggang kuda bersenjata lembing kayu saling berhadapan di arena. Menurut direktori wisata Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya, meski terlihat sebagai pertarungan, Pasola memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Sumba.

Setiap rangkaian kegiatan diawali dengan ritual adat dan persembahan kepada leluhur serta Marapu, kepercayaan yang diyakini masyarakat Sumba. Sebelum Pasola dimulai digelar ritual seperti Kawoking, yaitu nyanyian berpantun dan permainan rakyat, lalu dilanjutkan dengan pemungutan Nyale di tepi pantai.

Situs Kemenparekraf menyebut Pasola sebagai tradisi di mana dua kelompok penunggang kuda bersenjata lembing kayu saling berhadapan, digelar sekitar Maret saat Wulan Nyale yang dianggap sakral.

Kapan Pasola digelar

Pasola digelar pada Februari–Maret, saat masyarakat Sumba memasuki Wulan Nyale, yaitu bulan di mana cacing laut bernama nyale muncul di pantai dangkal. Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya menyebut kemunculan nyale sebagai bagian dari prosesi adat yang melambangkan kesucian, keseimbangan alam, dan keharmonisan manusia dengan lingkungan sekitar.

Tidak ada satu tanggal pasti yang berlaku untuk semua tahun. Menurut Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya, tanggal pelaksanaan ditentukan oleh Rato Nyale berdasarkan gejala alam dan posisi bulan. Dinas juga menyebut jadwal bersifat kontekstual karena mengikuti kemunculan nyale, penanda dimulainya ritual adat. Konsekuensinya, kalender event di wilayah ini tidak sepenuhnya mengikuti kalender masehi.

Sebagai gambaran, berikut jadwal yang dipublikasikan Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya untuk tahun 2026 (contoh historis, bukan jadwal tahun berjalan):

Lokasi Kecamatan Bulan Tanggal 2026
Homba Kalayo Kodi Bangedo Februari 9 Februari 2026
Bondo Kawango Kodi Februari 10 Februari 2026
Rara Winyo Kodi Februari 11 Februari 2026
Maliti Bondo Ate Kodi Bangedo Maret 9 Maret 2026
Waiha Kodi Balaghar Maret 10 Maret 2026
Wainyapu Kodi Balaghar Maret 11 Maret 2026

Untuk tahun berjalan, pantau kanal resmi pemerintah daerah, termasuk situs Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya, karena jadwal resmi diumumkan mendekati waktu pelaksanaan. Pasola juga digelar di wilayah lain di Pulau Sumba; pada 2024 misalnya, Pasola Kabupaten Sumba Barat digelar pada 1 Maret 2024 di Lapangan Bara Bedang, Kecamatan Wanukaka.

Di mana Pasola digelar

Pasola Sumba Barat Daya tercatat di enam lokasi yang tersebar di tiga kecamatan: Kodi Bangedo, Kodi, dan Kodi Balaghar. Dalam jadwal yang dipublikasikan Dinas, tiga lokasi digelar pada Februari dan tiga sisanya pada Maret.

Arena berada di tepi pantai dengan pasir putih, sehingga latar belakangnya terbuka dan luas. Medan yang berpasir dan terbuka ini juga yang membuat Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya menyarankan pengunjung memakai alas kaki yang nyaman.

Dengan enam lokasi yang tersebar di tiga kecamatan, keluarga yang hanya punya waktu singkat perlu memilih satu periode lebih dulu. Jarak antar lokasi dari kota kabupaten tidak dirinci di sumber resmi yang kami cek, sehingga sebaiknya hitung sendiri waktu tempuh berdasarkan lokasi penginapan Anda dan konfirmasi kondisi jalan terbaru ke pemandu lokal atau penginapan.

Menonton Pasola bersama anak

Pasola adalah tontonan yang seru, tetapi juga menegangkan: peserta berkuda tanpa pelindung dan melempar lembing kayu, sehingga cedera bisa terjadi. Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya menyebutkan secara terbuka bahwa kegiatan ini cukup ekstrem karena tidak menggunakan pengaman.

Kalau Anda datang bersama anak, pertimbangan berikut layak dipikirkan sebelum berangkat:

  • Jaga jarak dari arena. Berdirilah di area penonton yang jauh dari jalur kuda, dan jangan sesekali masuk arena untuk berfoto. Kuda yang melaju bisa sulit dikendalikan.
  • Sesuaikan dengan usia dan sifat anak. Anak yang mudah panik atau tidak nyaman dengan keramaian dan suara keras mungkin lebih menikmati Pasola dari kejauhan, atau bahkan lebih baik menyaksikan ritual pendahuluannya saja.
  • Datang lebih awal. Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya menyarankan datang sehari sebelum Pasola untuk menyaksikan ritual Kawoking dan pemungutan Nyale. Bagi keluarga, ritual pendahuluan ini umumnya lebih tenang dan lebih mudah diikuti anak.
  • Siapkan bekal. Fasilitas di lokasi gelaran terbatas, jadi bawa air minum, camilan, topi, dan pelindung matahari. Arena yang terbuka membuat matahari terasa lebih menyengat.
  • Pakai alas kaki tertutup dan nyaman. Sebagian arena berada di pasir dan medan terbuka; sandal jepit atau sepatu yang mudah lepas akan merepotkan.

Kalau Anda baru pertama kali bepergian ke tempat ramai bersama anak, panduan menjaga anak tetap aman di tempat wisata ramai berisi kebiasaan sederhana yang bisa dipraktikkan sebelum dan saat di lokasi.

Menghormati adat saat menyaksikan Pasola

Pasola bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari rantai ritual adat. Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya menyarankan beberapa hal berikut bagi pengunjung:

  • Hormati aturan adat dan arena Pasola; jangan mengganggu peserta atau ritual yang sedang berlangsung.
  • Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, mengingat sebagian arena berada di pasir dan medan terbuka.
  • Menyewa pemandu lokal dianjurkan agar Anda memahami ritual dan makna tradisinya.

Sebagai saran redaksi: kenakan pakaian yang sopan saat menghadiri prosesi adat, dan mintalah izin sebelum memotret peserta atau warga dari jarak dekat, terutama saat ritual berlangsung.

Dalam kepercayaan Marapu, darah yang tertumpah di arena diyakini membawa kesuburan dan panen yang berlimpah. Bagi kami, penjelasan ini adalah bagian dari kepercayaan masyarakat setempat, bukan hal yang perlu ditakuti; yang penting bagi pengunjung adalah tetap menjaga jarak dan mengikuti arahan panitia.

Logistik ringkas sebelum berangkat

Sumba Barat Daya dijangkau lewat udara. Menurut situs Kemenparekraf, Pulau Sumba terhubung lewat Bandara Tambolaka di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Bandara Umbu Mehang Kunda di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur; sebagian besar penerbangan ke Sumba berangkat dari Bali. Sesuai direktori Kementerian Perhubungan, bandara yang melayani Sumba Barat Daya tersebut bernama Bandar Udara Lede Kalumbang. Jadwal penerbangan berubah dari waktu ke waktu, jadi cek langsung ke maskapai atau agen perjalanan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Penginapan. Akomodasi di sekitar lokasi Pasola terbatas dan permintaan meningkat saat gelaran. Pesan jauh hari, dan pastikan lokasi penginapan dekat dengan arena yang Anda tuju.
  • Transportasi lokal. Sewa kendaraan atau jasa pemandu lokal dari kota kabupaten; konfirmasi waktu jemput dan kondisi jalan terbaru sebelum berangkat.
  • Waktu tempuh. Enam lokasi Pasola tersebar di tiga kecamatan, jadi pastikan Anda tidak merencanakan perpindahan lokasi di hari yang sama dengan jadwal yang ketat.
  • Cuaca. Arena terbuka tanpa naungan membuat matahari terasa menyengat, sementara Februari–Maret masih bisa diguyur hujan. Siapkan topi atau payung dan jas hujan ringan.

Yang perlu dicek ulang sebelum berangkat

  • Jadwal resmi tahun berjalan di kanal Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya (tanggal ditetapkan Rato Nyale, bukan kalender tetap).
  • Lokasi gelaran tahun berjalan; jadwal resmi bersifat kontekstual karena mengikuti kemunculan nyale, sehingga jadwal 2026 pada artikel ini hanya contoh historis.
  • Kondisi akses jalan dan penerbangan menuju Tambolaka atau Waingapu.
  • Ketersediaan penginapan di kecamatan arena yang Anda tuju.
  • Kebutuhan keluarga: bekal makanan, air minum, obat pribadi, dan kesiapan anak menghadapi keramaian. Ceklis memilih wisata ramah anak bisa dipakai sebagai daftar periksa umum sebelum perjalanan keluarga jarak jauh.

FAQ: pertanyaan umum soal Pasola

Kapan Pasola digelar? Setiap tahun, biasanya Februari–Maret, berkaitan dengan kemunculan nyale. Tanggal pasti ditetapkan Rato Nyale berdasarkan gejala alam dan posisi bulan, sehingga bervariasi tiap tahun.

Di mana saja lokasi Pasola? Ada enam lokasi di Sumba Barat Daya: Homba Kalayo, Bondo Kawango, dan Rara Winyo pada Februari; Maliti Bondo Ate, Waiha, dan Wainyapu pada Maret. Keenamnya tersebar di tiga kecamatan: Kodi Bangedo, Kodi, dan Kodi Balaghar.

Apakah Pasola aman untuk anak? Peserta berkuda tanpa pelindung, sehingga cedera bisa terjadi. Penonton yang menjaga jarak dari arena umumnya aman, tetapi pertimbangkan usia, sifat, dan kenyamanan anak terhadap keramaian dan suara keras.

Bagaimana cara mengetahui jadwal terbaru? Pantau kanal resmi pemerintah daerah, termasuk situs Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya, yang mengumumkan jadwal mendekati waktu pelaksanaan.

Apakah ada tiket masuk? Keterangan tiket masuk Pasola Sumba Barat Daya tidak dirinci di sumber resmi yang kami cek. Sebagai pembanding, halaman Kemenparekraf untuk Pasola Sumba Barat mencantumkan “TICKET PRICE FREE” untuk acara 1 Maret 2024 di Kabupaten Sumba Barat — acara kabupaten tetangga, bukan Pasola Sumba Barat Daya, dan biaya bisa berbeda tiap tahun. Konfirmasi langsung ke Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya atau penginapan Anda sebelum berangkat.

Kredit foto

Foto sampul: RaiyaniM / Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 4.0 (diambil 21 Februari 2014; lihat berkas asli di Wikimedia Commons). Berkas diunduh dalam versi thumbnail 1920px dan diunggah apa adanya ke Cloudinary tanpa krop atau suntingan konten; hasil turunan tetap berlisensi CC BY-SA 4.0. Foto stok pihak ketiga yang bersifat ilustratif, bukan dokumentasi kunjungan JalanBareng.

Sumber dan catatan verifikasi

Catatan kesegaran: jadwal 2026 pada tabel di atas adalah contoh historis yang dipublikasikan Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya, bukan jadwal tahun berjalan. Tanggal baru ditetapkan mendekati waktu pelaksanaan, sehingga wajib dicek ulang ke kanal resmi sebelum berangkat. Artikel ini adalah tulisan informasi berdasarkan sumber resmi; JalanBareng tidak menyaksikan Pasola secara langsung.

comments powered by Disqus