Pengalaman mendaki gunung pertama, Gunung Salak tidak bisa dilupakan begitu saja. Manggul keril berat, nanjak tengah malam, bermalam di ladang orang, di bawah naungan bintang. Sampai akhirnya setelah perjalanan melelahkan, ternyata salah puncak.
Sarapan pertama di tengah jalan ladang orang, setelah malamnya tiduran tanpa tenda di situ juga.
Menunya lumayan asyik kan?
Kenyang sarapan, punya tenaga untuk mulai mendaki lagi.
Silahkan lanjut ke halaman selanjutnya.
Jangan lupa berfoto bersama.
Jalurnya lumayan menantang, banyak tebing curam,
Rehat dulu…
Sampai di ‘puncak’, pasang tenda, simak foto-foto selanjutnya.
Nah, sebenarnya puncak yang itu yang mau kami tuju…
Muka-muka bantal..
Sarapan bersama lagi.
Foto bersama sebelum lanjut trekking ke puncak Salak sebenarnya!
Yey! Nymape juga Puncak Salak!
Walaupun sama-sama tebing curam, tapi kalau itu jalan pulang sih gak bikin cape.
Ketemu warung Bajuri di tengah hutan, setelah hampir kelaperan dan kehabisan air minum. Benar-benar seperti nemu oase di padang pasir!
Nampang dulu dong sebelum balik lagi ke hiruk pikuk kehidupang metropolitan.
Kejadiannya sebenenarnya bulan Nopember kemarin, tepatnya dari tanggal 24-26. Jadi gak basi-basi amat sih, cuman karena lagi banyak kerjaan jadi gak sempet ditulis.
Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah taman satwa kota yang usianya sudah lebih dari satu abad. Berbeda dari taman safari yang keliling dengan kendaraan, KBS dijelajahi dengan berjalan kaki di tengah kota Surabaya, dengan fungsi resmi sebagai lembaga konservasi ex-situ satwa liar.
Satu piring Mie Aceh mudah dikenali dari warna dan aromanya: mi kuning tebal yang dibalut bumbu rempah, bukan sekadar kecap manis seperti mi goreng pada umumnya.