Menu

tempat ngopi Archive

Kenangan Perjalanan Mudik, Mendulang Uang dari Buang Hajat

Lebaran telah lewat. Jutaan pemudik pun telah kembali ke kota, setelah berlebaran di kampung halamannya masing-masing. Kota kembali ramai, setelah sepi sejenak ditinggal penghuninya bermudik ria. Macet kembali jadi menu sehari-hari. Tapi, selalu saja ada kisah menarik dari tradisi mudik yang telah jadi ciri khas Indonesia siap lebaran tiba. Tak hanya macet sampai berjam-jam, tradisi

Kafe Kecil Di Jalan Bebas Hambatan

Waktu sudah lewat pukul 14.00 Wib, ketika mobil yang saya tumpangi keluar dari Kota Purwakarta, lalu masuk pintu tol menuju Jakarta. Di depan duduk Pak Acho. Sementara yang menyetir mobil, Ikbal. Hawa terasa panas. Terik matahari cukup menyengat. Saya dan satu teman saya, Carlos duduk di bangku tengah. Saat mobil sudah meluncur di jalan tol,

Warkop ‘Burjo’ Van Kuningan

Ngopi pagi hari, bagi saya adalah kegiatan kuliner yang wajib ditunaikan. Ini ritus mengawal hari. Semacam ritual kuliner yang tak pernah absen dilakukan. Kecuali bulan puasa. Maka, kalau tak sempat ngopi di rumah, di pinggir jalan, saat perjalanan untuk bekerja, ritual itu tak boleh dilewatkan. Berdosa rasanya jika sampai tak mengisi pagi dengan bau kafein.

Warkop Aweng, Tempat Ngopinya Orang Palu

    Setiap pergi ke luar kota, tempat yang selalu saya cari adalah tempat ngopi. Maklum saya penggemar berat kopi. Jadi, dimana pun saya singgah yang dicari adalah warung kopi. ‎ Seperti saat saya berkunjung ke Kota Palu untuk keperluan pekerjaan. Palu sendiri adalah ibukota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Saya tiba di Palu, hari Sabtu.