Destinasi

Ssst … ! Ini Lho Surga Wisata Sepeda dan Pantai di Nusa Tenggara Barat

Bersepeda merupakan kegiatan yang tidak saja menyehatkan tapi juga sangat  menyenangkan  apalagi jika dilakukan sambil berwisata. Bagi traveler yang gemar dengan aktivitas ini, Gili Trawangan adalah surganya.

Gili Trawangan adalah suatu pulau kecil yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari Lombok, destinasi wisata ini dapat diseberangi dari Pelabuhan Bangsal menggunakan kapal kayu dengan waktu tempuh sekitar 35 menit atau kapal cepat (fast boat) selama 15 menit. Tarif angkut masing-masing jenis kapal adalah 15 ribu dan 80 ribu rupiah.

Jika berangkat dari Bali, perjalanan diawali dari Pelabuhan Padang Bay menggunakan kapal cepat dengan harga tiket 250 ribu rupiah yang lama perjalanannya sekitar 40 menit. Apabila ingin yang murah, dapat naik kapal fery dengan tiket seharga 50 ribu dengan lama perjalanan kurang lebih 4 hingga 5 jam.

Begitu sampai di lokasi traveler langsung menjumpai tulisan ‘Gili Trawangan’ dengan huruf berwarna-warni dalam berukuran besar. Banyak wisatawan yang ingin mengabadikan momen terindahnya dengan berselfie atau berfoto bersama di depan tulisan tersebut.

Tulisan Selamat Datang di Gili Trawangan. Foto : dok. pribadi

Tidak jauh dari lokasi selfie tersebut, kita bisa langsung menyewa sepeda seharga 50 ribu rupiah perhari untuk mengelilingi pulau sekaligus menikmati keindahan pantai dan alam sekitarnya. Alat transportasi utama yang boleh dipakai di Gili Trawangan memang hanya sepeda kayuh karena motor atau mobil dilarang masuk.

Sepeda alat transportasi utama di Gili Trawangan. Foto : dok. pribadi

Selain sepeda alternatif lainnya adalah Cidomo, sejenis bendi dengan tampilan yang sangat khas dan unik. Alat transportasi tradisional ini juga dapat disewa dengan sistem carter untuk tujuan yang sama.

Cidomo, alat transportasi tradisional di Gili Trawangan. Foto : dok. probadi

Di pulau bebas polusi tersebut, sambil bersepeda atau naik Cidomo traveler akan mendapat suguhan berupa panorama alam dengan daya pesonanya yang begitu luar biasa indah. Banyak sekali spot menarik yang sangat sayang apabila tidak diabadikan dalam bentuk foto maupun video.

Bersepeda di pinggiran pantai. Foto : dok. pribadi

Pantainya yang dangkal dengan ombaknya yang tenang menjadi tempat menyenangkan untuk bermain air atau berenang. Kegiatan selfie juga dapat dilakukan lagi di beberapa titik dengan nuansa cantik dan memikat hati.

Spot menarik untuk foto atau selfie. Foto : dok. pribadi

Bahkan aktivitas ini dapat dilakukan hingga ketengah pantai dengan aman tanpa perlu risau terkena hantaman ombak. Air pantainya yang sangat jernih dan berwarna biru berkilauan menjadikan pantai ini makin pantas untuk dieksplorasi.

Air pantai yang sangat jernih. Foto : dok. pribadi

Bagi yang ingin mendapatkan pengalaman yang lebih mengesankan lagi, menunggang kuda juga dapat menjadi sebuah pilihan menarik. Dengan harga sewa 400 ribu per jam traveler bisa menaiki binatang tunggangan tersebut hingga ketengah pantai.

Naik kuda ke tengah pantai. Foto : dok. pribadi

Kemudian jika sudah merasa lelah bersepeda dan ingin beristirahat, hanya sekedar duduk-duduk di pinggiran pantai adalah keputusan terbaik. Suasana alam yang terasa begitu sunyi merupakan tempat paling cocok bagi yang ingin menyepi atau mencari ketenangan.

Lokasi paling cocok untuk mencari ketenangan. Foto : dok. pribadi

Apalagi di sekitarnya terdapat aneka pepohonan yang  tumbuh dengan rimbun. Ditambah lagi dengan semilirnya angin. Kesan yang begitu sejuk, segar dan akan membuat setiap traveller merasa betah berlama-lama di kawasan ini.

Suasana sejuk dan segar. Foto : dok. pribadi

Sebagai destinasi yang namanya sudah mendunia, Gili Trawangan telah memiliki fasilitas wisata lengkap. Mulai dari penginapan, warung makan atau restauran dan berbagai kebutuhan lainnya telah tersedia dengan harga yang cukup wajar. Semua bisa dinikmati sepuas hati oleh setiap traveler yang sedang berlibur dan ingin berolahraga sepeda sambil menjelajahi alam.

jokoutomo

Selalu berpikir positif dalam segala hal.

Leave a Comment

View Comments

Share
Published by

Recent Posts

Gudeg Adem Ayem Solo, Lezat dan Menjadi Langganan Tetap Para Pejabat

Rumah Makan (RM) Adem Ayem Solo berhadapan langsung dengan rumah dinas walikota Surakarta atau Loji…

8 bulan ago

Kendati Sudah Mereda, Tips Wisata Usai Pandemi Ini Tetap Perlu Kalian Terapkan

Meski sudah ada pelonggaran, ada beberapa tips wisata usai pandemi yang perlu menjadi perhatian. Kesehatan…

9 bulan ago

Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Asik Untuk Belajar Seni dan Budaya Nusantara

Di ujung selatan Jl. Malioboro, Yogyakarta terdapat titik nol kilometer kota tersebut. Di sini pula…

9 bulan ago

Liburan Mengasikan di Pantai Klayar Pacitan

Bagi pecinta kegiatan wisata alam, mengadakan acara liburan di Pantai Klayar Pacitan merupakan pilihan tepat.…

10 bulan ago

Alas Harum Bali, Wisata Desa Penuh Nuansa Hijau Menyegarkan Mata

Sebagai surga wisata dan terkenal dengan sebutan pulau dewata, Bali punya banyak sekali destinasi berkonsep…

1 tahun ago

Pasar Papringan, Belajar dan Merawat Kearifan Lokal di Kebun Bambu

Dalam bahasa Jawa, kata ‘papringan’ mempunyai arti sebagai kebun bambu. Karena itu sesuai dengan penyebutannya,…

1 tahun ago