Kuliner

Gudeg Adem Ayem Solo, Lezat dan Menjadi Langganan Tetap Para Pejabat

Rumah Makan (RM) Adem Ayem Solo berhadapan langsung dengan rumah dinas walikota Surakarta atau Loji Gandrung. Tepatnya di Jl. Slamet Riyadi 342, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Dari arah luar tampilannya terlihat sangat sederhana bahkan tidak ada polesan dekorasi yang berarti.

Demikian pula dengan interior ruang makannya, juga tidak begitu istimewa. Satu hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman adalah ukurannya yang cukup luas, bersih, terang, dan terasa sejuk karena pintu depannya selalu terbuka lebar.

RM ini memang bukan merupakan kedai kuliner yang menonjolkan nilai-nilai artistik dalam penataan interior. Apabila ingin mencari tempat makan dengan desain ruang dan dekorasi yang instagramable, destinasi ini tidak tepat menjadi pilihan.

Sederhana namun sangat nyaman. Foto: Koleksi pribadi

Langganan Para Pejabat

Kendati demikian siapa sangka, kedai tersebut justru sering jadi langganan tetap para pejabat. Mulai dari mendiang Abdurrahman Wahid hingga Joko Widodo atau Jokowi, sering mampir ketika sedang mengadakan kunjungan kerja di Solo. Selain itu semasa menjabat sebagai presiden, Bapak Soeharto acapkali memesan makanan di sini.

Banyaknya pelanggan yang berasal dari kalangan tingkat atas ini menandakan bahwa objek wisata kuliner tersebut mempunyai keistimewaan tersendiri. Oleh karena desain interiornya terbilang sederhana saja, maka kalian dapat memastikan jika daya tariknya terletak kualitas dan cita rasa masakannya.

Gudeg Jadi Menu Andalan

Menu andalan nasi gudeg. Foto: Koleksi pribadi

RM Adem Ayem menawarkan gudeg sebagai menu andalan. Mungkin agak bingung, karena masakan ini sejak zaman dulu lebih terkenal sebagai kuliner khas Yogyakarta. Akan tetapi perlu kalian pahami pula, Yogya dan Solo itu merupakan kota saudara karena sama-sama berasal dari keturunan dinasti Mataram Islam.

Jadi sangat wajar jika Solo juga memiliki hidangan khas berupa gudeg. Bahan utama pengolahannya juga tak jauh beda dari nangka muda, santan, daun krecek atau cecek, dan aneka tambahan beserta bumbu-bumbu yang lain. Perbedaannya hanya terletak pada cita rasanya, di mana gudeg Yogya cenderung manis dan yang di Solo lebih gurih.

Cita rasa gurih inilah yang akan kalian jumpai saat berkunjung ke RM Adem Ayem. Gurihnya benar-benar mantap tiada tanding dan selalu mampu membuat penasaran siapa saja yang belum pernah mencicipi. Kemudian setelah merasakan kelezatannya, pasti langsung merasa ketagihan.

Suwiran daging ayamnya berasal dari ayam kampung asli, terasa empuk dan legit di mulut. Demikian pula opor, telur, sambal goreng cecek, dan kuah arehnya, terlihat kental dan tak kalah nikmat. Apalagi ditambah dengan kerupuk udang sebagai teman bersantap dan cabai utuh bagi para pecinta masakan pedas.

Selain makan di tempat, RM Adem Ayem menyediakan menu tradisional ini dalam bentuk kemasan unik dari kendil. Jika ingin menjadikan sebagai oleh-oleh, merupakan sebuah keputusan yang sangat menarik.

Menu Lain

Menu lain. Foto; Koleksi pribadi

Bukan itu saja, jika ingin menyantap hidangan lain tersedia beberapa alternatif seperti nasi goreng, rames, langgi, sate, ayam goreng, bakso, soto, dan lainnya. Semua terdiri dari beberapa macam variasi dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp75.000 per porsi.

Khusus untuk gudeg kendil yang dapat kalian bawa ke luar kota, harganya memang lebih mahal antara Rp165.000 sampai Rp250.000 karena porsinya juga besar. Kalian bisa menyantap bersama beberapa orang sekaligus.

Rumah Makan Adem Ayem Solo buka setiap hari dari jam 06:00 WIB hingga 22:00 WIB. Jadi bagi kalian para pecinta wisata kuliner, punya pilihan waktu yang cukup panjang dan bisa berkunjung untuk sarapan, makan siang, atau makan malam.

jokoutomo

Selalu berpikir positif dalam segala hal.

Leave a Comment
Share
Published by

Recent Posts

Kendati Sudah Mereda, Tips Wisata Usai Pandemi Ini Tetap Perlu Kalian Terapkan

Meski sudah ada pelonggaran, ada beberapa tips wisata usai pandemi yang perlu menjadi perhatian. Kesehatan…

9 bulan ago

Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Asik Untuk Belajar Seni dan Budaya Nusantara

Di ujung selatan Jl. Malioboro, Yogyakarta terdapat titik nol kilometer kota tersebut. Di sini pula…

9 bulan ago

Liburan Mengasikan di Pantai Klayar Pacitan

Bagi pecinta kegiatan wisata alam, mengadakan acara liburan di Pantai Klayar Pacitan merupakan pilihan tepat.…

10 bulan ago

Alas Harum Bali, Wisata Desa Penuh Nuansa Hijau Menyegarkan Mata

Sebagai surga wisata dan terkenal dengan sebutan pulau dewata, Bali punya banyak sekali destinasi berkonsep…

1 tahun ago

Pasar Papringan, Belajar dan Merawat Kearifan Lokal di Kebun Bambu

Dalam bahasa Jawa, kata ‘papringan’ mempunyai arti sebagai kebun bambu. Karena itu sesuai dengan penyebutannya,…

1 tahun ago

Menyaksikan Sejarah Pengiriman Pesan Rahasia di Museum Sandi Yogyakarta

Museum merupakan objek wisata yang penuh dengan muatan sejarah dan pendidikan di mana kalian sangat…

1 tahun ago